Derap Hukum, Ekonomi, Politik, Pemerintahan: Pontianak, Kalimantan Barat – Menejer Operasional Hotel Borneo Pontianak, Hadi Susanto diperiksa Satreskrim Polresta Pontianak, Jum’at (13/12). Pernyataan pemeriksaan tersebut disebutkan Hadi saat Redaksi DR menghubungi via seluler hari Jum’at (13/12).
“Saya lagi di Polres diperiksa mas. Tentang kejadian itu sudah kami serahkan sepenuhnya kepada pihak Polresta Pontianak. Mohon maaf silahkan nanti langsung koordinasi dengan pihak Polresta Pontianak,” Kata Hadi Susanto.
Di singgung sejak bulan berapa korban sudah menetap di Hotel Borneo, dikatakan Hadi, “Sejak tanggal 23 Nopember 2024”, sambil menandaskan, kami pihak hotel, siapa saja untuk menginap asalkan bayar sesuai order, ya silahkan mas. Ungkap nya. Namun mengelak menerangkan motivasi Korban lama menginap di Borneo dan apa penyebab kematian Yunari Alias Indri (45), pada Kamis 12 Desember 2024.
Sedangkan menurut rekan karyawan Hotel Borneo yang enggan disebut jadi dirinya mengatakan.“Kita memanggilnya Indri mas. Anak tiga, berasal dari Yogya. Kami memang berkawan, tapi gak sering ketemu. Kalau saya kan jarang keluar ruang mengurus kerjaan tamu. Paling chet kalau ada perlu saja. Kemarin kejadian itu saya di informasikan oleh rekan lain. Keluar ngeliat sudah banyak polisi”. Kata nya (01.03’//13/12)
Dari hasil wawancara di TKP (01.03’//13/12), DR tidak mendapat sedikit informasi tentang jejak penyebab kematian Indri, kecuali gambaran rekam konfirmasi mengatakan, “Janggal saja mas, masa tribune saja tidak publis “ada tanda jeratan di leher”, atau setidaknya polisi sudah selesai lakukan visum dan konfirn ke Press. eh ada orang Chet bilang, “si Indri lehernya ada bekas jerat, uang dan HPnya diambil”. Itu orang perlu di telusuri mas. Lha ,, .
Sementara mengutip jejak wawancara, Kasatreskrim Polresta Pontianak, Kompol Antonius Trias Kuncorojati, mengatakan. Setelah olah TKP, memeriksa saksi serta membawa jasad korban ke Rumah Sakit Anton Soedjarwo Pontianak untuk dilakukan visum, ditemukan hal yang janggal.
“Ada bekas jeratan dileher korban, korban Yunari diduga dijerat seseorang,”ungkap Kompol Antonius Trias Kuncorojati,”Jum’at (13/12}.






