Koordinasi Faktor Keberhasilan, Kontraktor Bermasalah Masih Ada Di Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak, Pekerjaan Air Baku Kijing Mangkrak

Derap Hukum, Ekbis, Pemerintahan : Kalimantan Barat – Berdasarkan Peraturan Presiden nomor 3 tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan Proyek Strategis nasional diantaranya adalah target memenuhi kebutuhan air baku masyarakat di seluruh Indonesia. Juga dalam PP nomor 16 tahun 2005 tentang sistem penyediaan Air Minum, air baku adalah air minum yang didapat dari sumber air permukaan, cadangan air tanah, dan atau air hujan yang memenuhi Baku mutu tertentu.

Mogok Kerja Lagi

Sedangkan survei lapangan pada lokasi pelaksanaan kegiatan proyek di Desa Sungai Duri II Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Balai wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak adalah unit pelaksana teknis dibidang konservasi Sumber Daya Air telah berupaya memberi pelayanan untuk penyediaan air baku di wilayah Kalimantan Barat.

Namun dalam perjalanannya seiring waktu, penyediaan air baku untuk kepentingan masyarakat di suatu tempat tampaknya masih terjadi kendala yang sepenuhnya belum dapat diatasi oleh oleh para Kontraktor maupun Balai SDA wilayah Kalimantan I Pontianak.

Hal tersebut disebabkan beberapa faktor terutama kondisi situasi lokasi masyarakat dan para kontraktor-kontraktor yang kurang dan lalai untuk berkoordinasi.

sementara Panglima Melayu Kalimantan Barat (Iskandar) mengatakan, Koordinasi lapangan adalah faktor keberhasilan. Singkatnya.

Seperti contoh Proyek pembangunan penyedian air baku pelabuhan Kijing dengan pagu dana senilai Rp. 19.342.799.000,00, yang hingga kini masih mangkrak atau pengerjaannya terlantar, padahal sudah hampir 6 bulan lebih setelah usai ditentukan pemenang, belum ada tanda tanda aktifitas sesuai progresnya. 

Galian Parameter Dinding Kolam

Sementara uang muka pekerjaan sebesar 30 persen menurut sumber yang dapat dipercaya sudah diambil oleh Kontraktor pelaksana kegiatan.

dilain hal, menurut catatan redaksi kontrak akan berakhir pada bulan Desember 2022. Mungkinkah pekerjaan akan selesai, putus kontrak atau adanya addendum. Sementara waktu pelaksanaan kerja hanya 240 kalender.

Kepala Balai wilayah I Sumber Daya Air Kalimantan Kalimantan barat Pramono sampai berita  diturunkan masih bungkam alias menolak klarifikasi media. Begitupun dengan PPK (Fahrudin.Red) seolah menolak tidak mau merespon dengan alasan tidak ada di tempat. Pak Fahrudin sedang keluar. Kata Satpam.

Seperti diketahui, proyek Air Baku Kijing senilai hampir Rp 20 milyar itu ditenggarai di tolak masyarakat setempat dikeranakan PT. Somba Hasbo KSO dan PT.Taman Keraton Mulia selaku pelaksana kegiatan belum menyelesaikan administrasi nya dengan pemda setempat sebelum kontruksinya yang akan disiapkan oleh Direktorat Jenderal SDA-Kementerian PUPR wilayah Kalimantan I Pontianak.

“Masyarakat setempat harus diikut sertakan dalam koordinasi untuk pelaksaan” Kata Kepala Desa Sungai Duri II Kecamatan Sungai Kunyit,

Masalah lain ini pak, kata warga setempat sambil menunjuk pada Plang nama proyek yang bertulisan BASECAMP tanpa dimengerti apa maksudnya.

Sementara seorang Dinas setempat yang enggan disebut jati dirinya berharap proyek dapat diselesai tahun depan depan, sehingga dapat menambah pasokan air baku bagi masyarakat setempat juga.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *