Tragedi Kanjuruhan, Kiper Klub Basbin FC Sebut, Indonesia Masuk Daftar No 2 Kematian Tragedi Sepak Bola

- Jurnalis

Minggu, 2 Oktober 2022 - 14:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GIANLUIGI IMO.

Derap Olah Raga : Jakarta – Sejumlah pihak bersuara lantang atas tragedi maut kerusuhan setelah pertandingan Liga 1Persebaya Surabaya vs Arema Malang FC di Stadion Kanjuruhan, Kepanjeng, Malang, Sabtu 1.10.2022, malam kemarin.

Diduga berjumlah 133 orang meninggal dunia karena terhimpit atau terinjak saat ingin keluar stadion akibat lontaran gas air mata dari aparat keamanan.

Salah seorang olahragawan Tanah Air menyayangkan peristiwa yang libatkan anak-anak menjadi korban itu. 

“Semestinya tidak terjadi kerusuhan parah usai laga sepakbola Persebaya kontra Arema FC. Saya kira ini ada faktor ketidakdewasaan dalam hasil akhir sebuah pertandingan,” ujar penjaga gawang utama klub Basbin FC Gianluigi Imo kepada wartawan, Minggu 2.10.2022.

Dikatakan Kiper Basbin FC: Indonesia masuk Daftar No 2 Kematian Tragedi Sepakbola

Mantan penjaga gawang Forum Wartawan Polri (FWP) itu menilai oknum suporter Arema FC seharusnya bisa menerima hasil akhir pertandingan tersebut. Faktanya, Arema FC harus rela ditumbangi Persebaya dengan skor 3-2.

Namun usai wasit meniup peluit tanda berakhirnya laga, tiba-tiba suporter yang diduga berasal dari Aremania turun ke lapangan. 

Baca Juga :  Kajati Kalbar Komitmen Perkuat Kawal Kebangkitan Ekonomi Desa Hadiri Peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih

“Informasi yang saya terima bahwa para penonton dari Arema mendatangi para pemain Arema karena merasa kecewa tim kesayangannya dikalahkan oleh tim lawan,” katanya.

Menurutnya, kesalahan tidak sepenuhnya menyasar ke aparat keamanan. Imo mengungkapkan polisi tentunya telah dibekali prosedur pengamanan secara bertahap yakni diawali langkah persuasif.

Namun para suporter dinilai tidak mengindahkan imbauan polisi sehingga beringas menyerang dan merusak kendaraan polisi. 

Polisi kemudian melontarkan gas air mata ke arah suporter yang terus melakukan serangan dan membahayakan penonton lain. 

Dari sanalah ribuan Aremania dan penonton Persebaya yang masih berada di tribun panik dan mencari pintu keluar.

Puncaknya ketika mereka berebut menuju pintu 10 dan 12 sehingga terjadi penumpukan dan terjadi tragedi ratusan orang meninggal dunia.

“Tidak sepenuhnya aparat keamanan disalahkan. Saat itu kondisi sangat-sangat chaos sehingga polisi harus menindak tegas oknum-oknum suporter,” ujar kiper wartawan terbaik 2012 itu.

Meski begitu, Imo tidak membenarkan aparat keamanan menembakan gas air mata ke arah tribun penonton. FIFA pun kerap melarang penggunaan gas air mata dalam pertandingan sepakbola. 

Baca Juga :  Kasatgaspus Preemtif Operasi Mantap Brata 2023 - 2024

Imo menyebut Indonesia kini menjadi negara kedua dalam daftar ‘Deadlist Soccer Matches in History’ setelah tragedi maut di Stadion Estadio Nacional, Lima, Peru tahun 1964. 

“Yang saya tahu, kerusuhan terburuk dalam sejarah sepakbola dunia itu di urutan pertama di Peru tanggal 24 Mei 1964 dengan korban jiwa mencapai 328 orang dan urutan kedua di Ghana tanggal 9 Mei 2001 dengan korban jiwa 126 orang,” ujar olahragawan sekaligus fanantik kiper Italia Gianluigi Buffon itu. 

Diketahui, awalnya ada 127 orang tewas, 34 di antaranya meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan sebelum sempat dievakuasi ke rumah sakit. Sementara itu, 94 orang lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Selain itu, 180 orang masih dirawat di sejumlah rumah sakit mulai dari RSUD Kanjuruhan, RS Wava Husada, RS Teja Husada, RSUD Saiful Anwar, dan beberapa rumah sakit di Kota Malang.

Usai Laga tersebut, PSSI langsung membentuk tim investigasi. Sementara, PT Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi menghentikan Liga 1 2022-2023 hingga sepekan ke depan.

Follow WhatsApp Channel derapreformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Susu Bubuk Muncul Bintik Hitam, Berbahayakah untuk Anak? Ini Penjelasan Pakar
Sampah Menumpuk dan Bau Menyengat di TPS Duren Sawit, Warga Minta Perhatian Lurah dan Camat
Kejati Kalbar Perkuat Pengawalan Hukum Optimalkan PAD
Dol Samad: Kenapa Pemerintah Tidak Membuat Kanal Drainase – Anak Sungai Di AreaL Lahan
Kajati Kalbar Tegaskan Penanganan Bauksid Dan Napak Tilas Berjalan Sesuai Ketentuan Hukum
Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Luncurkan Sikawan Dayak
Ketua Umum DPP CIC Desak Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Tindak Tegas Jaringan Narkoba di Diskotik Escape Hawaii
Wantimpres Diminta Perkuat Suara Daerah
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Susu Bubuk Muncul Bintik Hitam, Berbahayakah untuk Anak? Ini Penjelasan Pakar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Sampah Menumpuk dan Bau Menyengat di TPS Duren Sawit, Warga Minta Perhatian Lurah dan Camat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Kejati Kalbar Perkuat Pengawalan Hukum Optimalkan PAD

Selasa, 20 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Dol Samad: Kenapa Pemerintah Tidak Membuat Kanal Drainase – Anak Sungai Di AreaL Lahan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Kajati Kalbar Tegaskan Penanganan Bauksid Dan Napak Tilas Berjalan Sesuai Ketentuan Hukum

Berita Terbaru

Hukum

Kejagung Bantah Isu Penangkapan Petinggi Polri

Selasa, 3 Nov 2026 - 17:00 WIB

Berita

Kejati Kalbar Perkuat Pengawalan Hukum Optimalkan PAD

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:59 WIB