Mengenal Tradisi Budaya Nusantara Sambut Ramadhan

Berita, Daerah, Hukum60 Views

Derap Hukum : Asahan – Meleburnya budaya dan ajaran Agama Islam membuat Indonesia memiliki tradisi unik dalam setiap perayaan keagamaan.

Tradisi saat menyambut bulan Ramadhan adalah salah satu khazanah kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia.

Setiap daerah pasti memiliki tradisinya sendiri-sendiri. Seperti di Kabupaten Asahan juga memiliki tradisi tersediri untuk melakukan penyambutan dengan cara “Punggahan” merujuk bunyi beduk dan dentuman meriam yang mendominasi perayaan ini.

Biasanya digelar satu hari sebelum bulan Ramadhan, dan sudah menjadi semacam pesta rakyat menyambut datangnya bulan suci.

Ada juga sebagian masyarakat biasa melakukan upacara berendam atau mandi di sumur dan mata air yang dianggap keramat.

Tradisi itu dikenal dengan nama mandi bersih yang memiliki makna agar jiwa dan raga seseorang yang akan melakukan ibadah puasa bersih lahir dan batin.

Masih banyak tradisi unik yang dimiliki daerah-daerah lain untuk menyambut bulan Ramadhan. Sementara wabil khusus, masyarakat diKabupaten Asahan memilih untuk menggelar Festival Perkusi agar melesatarikan budaya patrol, yaitu musik untuk membangunkan warga buat makan sahur.

Ketua DPD CIC Asahan Syawaluddin mengatakan, “Indonesia adalah bangsa yang terbentuk dengan banyak keberagaman suku, bahasa, agama, dan budaya.

Semua tradisi tersebut harus terus dijaga kelestariannya, karena keunikan dan ragam tradisi budaya di Indonesia bisa menjadi ajang promosi wisata daerah setempat untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara,”tuturnya kepada awak media Minggu 19.3.2023 di Asahan.

Syawaluddin menambahkan, bahwa Bulan Ramadhan juga diyakini sebagai bulan yang penuh berkah, banyak sekali keistimewaan dan keutamaan yang diberikan oleh Allah SWT di bulan itu.

Maka dari itu, umat muslim harus mempersiapkan diri untuk menyambut bulan ramadhan.

Berikut ini akan dijelaskan beberapa anjuran yang dapat dilakukan untuk menyambut bulan ramadhan menurut hadits.1. Menyambut Bulan Ramadhan dengan Gembira dan Suka CitaMelansir dari buku Keluargaku di Bulan Ramadhan karya Abdul Wahid Al-Wakil, Imam Ahmad dan Imam an-Nasa’i meriwayatkan sebuah hadits shahih dari Abu Hurairah RA., suatu saat Rasulullah SAW memberikan kabar gembira kepada sahabatnya, beliau bersabda:قَدْ أَتَاكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ كَتَبَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صَيَامَهُ فِيْهِ تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَانِ وَتُغْلَقُ أَبْوَابُ الجحيم, وَ تُغَلَّ فِيْهِ الشَّيَاطِيْنُ, فَيْهِ لَيْلَةٌ أَبْوَابُ خَيْرٌ من ألف شهرد مَنْ حَرَّمَ خَيْرَهَا فَقَدْArtinya:

“Sungguh telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kepada kamu sekalian untuk berpuasa.

Pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka dan pintu neraka Jahanam dikunci, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan itu ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Maka siapa yang tidak berusaha untuk mendapatkan kebaikannya, maka luputlah semua kebaikannya.” (Muttafaq ‘Alaih).

Dia juga menjelaskan,”Di bulan ini pintu-pintu surga akan dibuka, pintu-pintu neraka akan ditutup, dan setan-setan akan dibelenggu.

Kemudian, Rasulullah SAW juga memberi tahu bahwa di bulan Ramadhan akan ada malam yang lebih baik daripada seribu bulan,”pungkas ketua DPD CIC Asahan.