Penambang Penggalian Pasir Ilegal Mendapat Izin Dari Kades Setempat ?

- Jurnalis

Selasa, 8 Oktober 2024 - 16:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua POKMASWAS Antirum; Kami akan lapor kepada Pemerintah pusat tentang Penambangan Ilegal ini  

Derap Hukum, Ekonomi, Politik dan Pemerintahan: Negeri Baru, Kabupaten Ketapang –Menindaklanjuti hasil rapat pembahasan laporan hasil pengawasan Masyarakat di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kalimantan Barat, Kelompok Masyarakat Pengawas ANTIRUM, desa Negeri baru kabupaten ketapang, telah mengirim surat kepada Dinas P3ESDM Prov. Kalbar kemarin.  

Surat itu menurutnya (Ketua Pokmaswas.Red), menindaklanjuti hasil rapat untuk segera mencabut sementara izin CV.Lintas Pawan Bersama. Kata Jumli. Tapi kita juga akan mengirim surat kepada Kementerian ESDM untuk segera memerintahkan Inspertorat Tambang dikalbar menghentikan sementara Izin Penambangan penggalian pasir itu.

Ini wilayah kami Pak. jika terjadi petaka akibat dampak dari penggalian pasir yang tidak sesuai aturan, yang merasa lebih awal masyarakat disekitar kami pak. Himbaunya

Sebagai informasi saja, kata ketua Pokmaswas Antirum desa negeri baru, mengatakan, beberapa hari setelah rapat memang tidak ada yang mengali pasir di Sungai. Tapi jelang hari kemudian (7/10) sudah ada aktifiat penggalian pasir Ilegal lagi.

“ada sekitar dua Kapal mengambil pasir” kata warga sekitar menyambut pertanyaan DR.

Baca Juga :  Himbauan Kapolsek Tambora di RW 01 Kalianyar: Silatultahmi Jaga Keamanan Dan Persatuan Di Pesta Demokrasi

Di singgung telah terjadi dugaan bersama ada yang membeckup penambangan pegalian pasir ilegal di desa negeri baru, Dia menjawab, “Faktor kemungkinan sangat besar pak”. Sedangkan telaah Kelompok Masyarakat Pengawas setempat mempertanyakan, kenapa Kepala Desa tidak memberi teguran kepada para penambang, padahal telah nyata dilaporkan Pokmaswas tentang aktifitas penggalian pasir secara Ilegal itu.

Sebagaimana berita sebelumnya dikabarkan, setelah selang satu hari usai operasi tangkap basah, para penggali sudah kembali lakukan aktifitas pengerukan pasir secara Ilegal. Bahkan sehari bisa 3 sampai dengan 4 kali angkutan.

Penambangan Pasir Ilegal di desa Negeri Baru Ketapang

Dari laporannya kepada Pemprov. Kalbar, yang bertajuk “Tolong Hentikan Kegiatan Penambangan Penggalian Pasir Di Kabupaten Ketapang, Kecamatan Benua Kayong,  DR mencatat tindak lanjut Tim DLKH lakukan Investigasi dan Operasi lapangan kepada para penambang Ilegal dan menemukan satu perusahaan yaitu CV. Lintas Pawan Bersama yang sempat hadirkan dalam rapat yang diadakan oleh DLKH Kalbar tentang hasil Tim itu.  

Juga sebelumnya DR menerima laporan dari Pokmaswas dan warga desa negeri baru Kabupaten Ketapang tentang penambangan ilegal dan menempatkan kasus kegiatan pertambangan penggalian pasir itu dalam daftar progress, serta mamasukkan dalam endataan ulang duga kuat penggalian tambang berjalan sudah sejak tahun 2023 tanpa laporan rencana tambang..    

Baca Juga :  Pimpin Sertijab Dandim 0507/Bekasi Dan Kasiren Korem 051/Wkt, Danrem Ingatkan Jabatan Adalah Amanah

Sebagaimana publis media ini sebelumnya, operasi tangkap basah 3 kapal sedot pasir dan puluhan mesin sedot berawal dari laporan Kelompok Masyarakat Pengawas Antirum desa Negeri Baru Kabupaten Ketapang kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Fakta lapangan dalam berita acara dinas DLHK menyebutkan 10 mesin penyedot aktif dan ketiga kapal penyedot pasir tidak memiliki izin teknis yatu tidak menyertakan laporan rencana muat tambang dan kedatangan kapal.  

Sementara itu, Dewan Pimpinan Pusat Kalimantan Barat, Laskar Pemuda Melayu, Panglima Besar Iskandar.,S.H., mengatakan, Penambangan pasir tanpa Izin dapat merusak ekositem perairan Sungai, juga dapat menghancurkan habitat keanekaragaman hayati, serta memperparah terjadinya abrasi tepian sungai dan dapat menimbulkan banjir rob jika dilakukan sudah cukup lama.

Izin tambang tidak dapat dipakai sebelum adanya laporan rencana tambang itu dan laporan kedatangan kapal. 

“Kita sedang mempersiapkan laporan kepada kejaksaan Tinggi kalimantan Barat. Tandas Panglima Besar Melayu DPP LPM, Iskandar.,S.H. (DR Tim)

Follow WhatsApp Channel derapreformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Susu Bubuk Muncul Bintik Hitam, Berbahayakah untuk Anak? Ini Penjelasan Pakar
Kejati Kalbar Perkuat Pengawalan Hukum Optimalkan PAD
Dol Samad: Kenapa Pemerintah Tidak Membuat Kanal Drainase – Anak Sungai Di AreaL Lahan
Kajati Kalbar Tegaskan Penanganan Bauksid Dan Napak Tilas Berjalan Sesuai Ketentuan Hukum
Surat BI Tegaskan BCI Tidak Terima BLBI 
CIB yang Terima BLBI tapi BCI dan Andri yang Ditagih dan Dituntut
Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Luncurkan Sikawan Dayak
Ketua Umum DPP CIC Desak Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Tindak Tegas Jaringan Narkoba di Diskotik Escape Hawaii
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Susu Bubuk Muncul Bintik Hitam, Berbahayakah untuk Anak? Ini Penjelasan Pakar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Kejati Kalbar Perkuat Pengawalan Hukum Optimalkan PAD

Selasa, 20 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Dol Samad: Kenapa Pemerintah Tidak Membuat Kanal Drainase – Anak Sungai Di AreaL Lahan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Surat BI Tegaskan BCI Tidak Terima BLBI 

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:32 WIB

CIB yang Terima BLBI tapi BCI dan Andri yang Ditagih dan Dituntut

Berita Terbaru

Berita

Kejati Kalbar Perkuat Pengawalan Hukum Optimalkan PAD

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:59 WIB

Ragam

Ustaz Ahmad Fuad: Akhlak Menjaga Keseimbangan Jiwa Manusia

Minggu, 18 Okt 2026 - 18:46 WIB