Proyek Gila Komunis Ditengah Multi Suku Afghan

- Jurnalis

Senin, 13 Desember 2021 - 18:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Derap Pemerintahan: Internasional – Berawal atas ide gila mantan presiden Rusia LIONID BREZHNEV yang akan mendukung proyek politik Partai Rakyat Demokratik Afghanistan yakni Pemerintahan Sosialis utopis Afganistan di tahun 1979 kepemimpinan Babrak Kamal.

Dia, Babrak Kamal terkenal karena kepimpinannya yang MARXIS, dan mampu mendapat dukungan kekuatan milter dari bantuan Soviet.

Namun akhirnya ia tidak mampu mengkonsolidasikan kekuatannya ketika kekuatan tokoh multi suku menguyu partainya ditahun 1989.

Awalnya pada 7 Juli 1979 pasukan yang dipimpin Kolonel Lomakin tiba tanpa alat tempur. Mereka masuk ke Afganistan menyamar sebagai pekerja ahli teknisi-teknisi diperusahaan.

Baca Juga :  Kunjungi anggota Majelis Rakyat Papua, Satgasres Binmas ajak Ibu Siska Abugau bersama sama ciptakan Kamtibmas.

Ini adalah penyamaran pasukan militer komunis pertama sebelum invansi Rusia ke Afganistan.

Selanjutnya tanggal 25 Desember 1979’ pasukan militer Uni Soviet dengan mempergunakan seragam pasukan militer Afganistan dikirim ke Afghan untuk bertempur melawan suku suku yang tergabung dalam kelompok Gerilyawan.

Para tokoh pemimpin gerilyanan ketika itu adalah:

1. Jamaluddin Haqqani 2. Abdul Haq (Humayoun Arsala) 3. Mohammad Yunus Khalis (Younas) 4. Ismail Khan 5. Ahmad Syah Massoud (Shaheed/Martil) 6. Sibqhatullah Mujadeddi 7. Osama Bin Laden.

Selanjutnya Uni Soviet mulai lakukan pertempuran melawan gerilyawan Afganistan dan konplik tersebut dikenal banyak orang sebagai perang dingin.

Baca Juga :  Ketua ITW: Polda Metro Area Pelayanan Publik, Tidak Ada Urgensinya Terapkan HBKB

Kegagalan Rusia diafganistan ketika itu dinyakini karena ulah Barbak Kamal yang tidak mampu mengkosulidasikan kekuatan partainya ditengah multi suku.

Perlu diketahui, ketika itu Mikhail Gorbachev telah mengetahui upaya pasukan barat yang mendukung penuh strategi gerilyawan afghan untuk bangkit.

Hal inilah yang membuktikan pengakuan kelemahan Babrak atas kegagalan militer soviet Bahkan Mikhail Gorbachev telah berulang kali menyebut infasi meliternya ke Afgan adalah hal ide buruk, dan kegagalan tersebut sudah ditakdirkan sejak awa, Ujarnya.

Mikhail menarik semua pasukan dari medan pertempuran tanggal 15 ferbuari 1989. (DR)

Follow WhatsApp Channel derapreformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAPELS Perluas Jaringan ke Tingkat Nasional, Bentuk Kepengurusan Wilayah Jabodetabek
Tanjung Kopi Penjelajah, Merawat Cita Rasa dari Kebun hingga Cangkir
Warisan Kopi, Jalan ke Curug, dan Mereka yang Menanam Masa Depan
Mana Perpres Ojol? Aturan Baru Masuk Babak Finalisasi, Ini yang Perlu Diketahui Driver
Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Penegakan Hukum Berintegritas, Adil Dan Humanis
INFO ORANG HILANG: Sari Dharmawaty T Dilaporkan Hilang di Palu
Muktamar NU Ubah Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU, Mengapa Penting bagi Peta Politik Indonesia?
BRI Salurkan TJSL Rp414,9 Juta untuk Pengembangan Masjid Jami Al-Fajri Pejaten Barat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 15:44 WIB

PAPELS Perluas Jaringan ke Tingkat Nasional, Bentuk Kepengurusan Wilayah Jabodetabek

Jumat, 4 September 2026 - 08:22 WIB

Tanjung Kopi Penjelajah, Merawat Cita Rasa dari Kebun hingga Cangkir

Jumat, 4 September 2026 - 07:35 WIB

Warisan Kopi, Jalan ke Curug, dan Mereka yang Menanam Masa Depan

Kamis, 3 September 2026 - 13:49 WIB

Mana Perpres Ojol? Aturan Baru Masuk Babak Finalisasi, Ini yang Perlu Diketahui Driver

Rabu, 2 September 2026 - 21:26 WIB

Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Penegakan Hukum Berintegritas, Adil Dan Humanis

Berita Terbaru