Derap Hukum, Ekonomi, Pemerintahan : Bandung – Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Imigrasi (HBI) ke 74 yang akan diperingati pada tanggal 26 Januari 2024 mendatang, Kanim Bandung telah melaksanakan inovasi Maung Simpatik berdasarkan Surat Pedoman Umum Pelaksanaan Hari Bhakti Imigrasi ke-74 Tahun 2024 Nomor: HBI.02.UM.2024/013 tanggal 02 Januari 2024.
Maung Simpatik berupa pembukaan Layanan Paspor khusus di hari Sabtu dan Minggu mulai pada tanggal 06 s.d 21 Januari 2024 dengan jumlah kuota setiap harinya diganti dengan jumlah kuota pada pelaksanaan kegiataannya di kantor imigrasi sebanyak 74 permohonan, hal ini sesuai dengan jumlah tahun hari bhakti Imigrasi 2024 adalah yang ke 74.
Pada minggu pertama, jumlah layanan permohonan paspor sebanyak 83 layanan. Selanjutnya pada minggu kedua, terdapat 92 layanan. Pada minggu terakhir, terdapat 102 layanan sehingga total Layanan Paspor Simpatik adalah 277 Layanan.
Kegiatan Maung Simpatik ini diberikan mencermati permohonan Paspor yang terus meningkat sekaligus memfasilitas masyarakat kota Bandung dan sekitarnya yang hanya memiliki waktu saat akhir pekan karena tidak dapat melaksanakan pembuatan Paspor dihari kerja.
Masyarakat melakukan pendaftaran walk-in yaitu tidak melalui pendaftaran M-Paspor akan tetapi mendaftar melalui link google form yg sudah kami sampaikan di akun medsos resmi Kanim Bandung.Selanjutnya, masyarakat yang telah berhasil mendapatkan kuota pendaftaran hanya perlu datang ke Kantor Imigrasi dan ULP Miko Mall dengan membawa persyaratan yg sudah ditentukan, yaitu membawa berkas asli dan berkas photocopy berukuran A4 untuk proses poto dan wawancara.
Selain Maung Simpatik, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung juga melaksanakan rangkaian kegiatan HBI lainnya yaitu Maung Berbakti yaitu Kunjungan ke Panti Asuhan, Kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan Stunting dan Kegiatan Donor Darah.
“Maung Simpatik akan diadakan berkelanjutan untuk memfasilitasi kebutuhan Masyarakat Bandung. Untuk lebih jelasnya masyarakat bisa memantau melalui akun sosmed Kanim Bandung”, Ungkap Kakanim Bandung.
Dengan adanya inovasi ini, masyarakat memiliki beberapa pilihan dalam proses pembuatan paspor disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.






