Derap Hukum, Pemerintahan : Jakarta – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang gelar pelatihan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Gelar pelatihan itu dibuka pada hari senin 8.5.2023, di gedung balai latihan kegiatan kerja. Kegiatan dilaksanakan berkolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi UPT Pusat Pelatihan Kerja Daerah Jakarta Timur.
Kegiatan yang berupa Pelatihan Mobile Training Unit Operator Komputer dan Teknik Sepeda motor. Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur, H. Teguh Hendarwan beserta Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Cipinang, Tonny Nainggolan, didampingi Aldikan Nasution Selaku Kepala Bidang Kegiatan Kerja.
Dalam sambutannya, Kepala PPKD Jakarta Timur menyampaikan ucapan terimakasih atas kepercayaan Lapas Kelas I Cipinang kepada PPKD Jakarta Timur atas terselenggaranya kegiatan pelatihan MTU ini.
Ia menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan sangat penting dilakukan koordinasi dan kolaborasi. Selain itu, dari adanya pelatihan dimaksud warga binaan Lapas Kelas I Cipinang dapat diimplementasikan dimasa mendatang saat bebas dan kembali di tengah masyarakat.
Bagi.yang mengikuti pelatihan dapat memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin untuk mengembangkan kemampuan sehingga dapat mengambil ilmu dan pengalaman berguna.
Selain itu, Ka. Lapas Kelas I Cipinang menyampaikan ucapan Terima kasih yang tak terhingga kepada Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi terkhusus UPT Pusat Pelatihan Kerja Daerah Jakarta Timur yang telah turut serta menyumbangkan pikiran dan tenaganya untuk berbagi pengalaman bersama-sama “membangun sumber daya manusia didalam Lapas Cipinang untuk menjadi lebih berkompeten.” Katanya.
Kalapas menambahkan keberhasilan pembinaan menjadi tolak ukur tercapai tujuan Pemasyarakatan sesuai dengan Catur Dharma Narapidana yaitu untuk menjadi manusia yang berPancasila dan menjadi manusia pembangunan yang aktif dan produktif untuk mewujudkan Indonesia maju, serta untuk mencapai tujuan tersebut tentunya diperlukan life skill yang menjadi bekal Warga Binaan untuk kembali ke tengah-tengah masyarakat.
Pelatihan diikuti 20 orang Warga Binaan (10 orang Pelatihan Operator Komputer dan 10 orang Pelatihan Teknik Sepeda Motor) dan akan diberikan sertifikat di akhir kegiatan serta dilaksanakan selama 30 hari.
“Sebagaimana kita ketahui, kemampuan pengoperasian komputer dan memperbaiki motor (usaha bengkel) merupakan life skill yang sangat dibutuhkan menjelang kebebasan warga binaan lapas cipinang,” tegas Tonny seraya berpesan agar selama mengikuti pelatihan selalu menjaga attitude yang baik karena knowledge dan skill yang diterima tidak akan berarti jika tidak didukung attitude yang baik.
Penandatangan MOU antara Tonny Nainggolan selalu Kepala Lembaga Pemasyarakatan kelas I Cipinang dan Teguh Hendarwan selaku Kepala Pusat Pelatihan Kerja Daerah Jakarta Timur dilaksanakan secara hikmat dan lancar.












