by

Lagi, Satuan Tugas Jaga Lapas Banyuwangi Gagalkan Seludup Sabu-Sabu

Derap Hukum: Banyuwangi – Petugas Lapas Banyuwangi berhasil menggagalkan upaya penyelundupan barang terlarang narkotika jenis sabu yang dibalut dalam sabun batangan.

Berkat ketelitian dan kejelian petugas yang berada di bagian pengawasan dan pemeriksaan, upaya selundup barang diduga sabu’ lagi digagalkan masuk ke dalam lapas sekitar pukul 10.30 siang kata Wahyu Indarto kalapas Banyuwangi, Jumat- 11.3 2022.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, petugas berhasil mendapatkan barang bukti berupa enam paket serbuk putih.yang dibungkus plastik diduga narkotika jenis sabu-sabu.

“Barang tersebut berupaya dimasukkan oleh salah seorang pengunjung berinisial FLD (36 th) yang merupakan warga Rogojampi, Banyuwangi,” ujar Wisnu.

Menurut Wahyu Indarto, berdasarkan keterangan FLD, dia hendak mengirim barang untuk kerabatnya berinisial MG. yang merupakan warga binaan kasus narkotika yang divonis 5 tahun 4 bulan.

Barang yang dititipkan oleh FLD, lanjut Wahyu, terdiri dari nasi, ayam, roti, mie instan dan sabun batang.

Sesuai dengan SOP yang berlaku, setiap barang maupun makanan yang akan dikirimkan ke dalam lapas wajib dilakukan pemeriksaan secara teliti dan menyeluruh.

Kecurigaan petugas muncul pada saat melakukan pemeriksaan terhadap sabun batang yang dibawa FLD.

“Sebab bentuk sabun terdapat goresan dan tidak rapi seperti sabun kemasan pabrik,” ungkapnya.

Benar saja, saat petugas membelah sabun tersebut, ada benda yang mengganjal terbungkus rapi dengan sedotan.

Setelah dibuka, ternyata benar ada benda mencurigakan, petugas melakukan pemeriksaan mendalam terhadap seluruh barang titipan yang dibawa FLD.

“Hasilnya ditemukan 6 paket diduga sabu yang tersebar dalam 3 buah sabun batang,” terang Wahyu.

Petugas lalu mengamankan FLD yang tampak syok. untuk dimintai keterangan lebih lanjut.Wahyu menambahkan, pemeriksaan juga langsung dilakukan oleh bagian keamanan dan ketertiban Lapas Banyuwangi kepada MG yang menjadi sasaran pengiriman barang.

Berdasarkan keterangan awal, MG mengaku memesan barang haram tersebut melalui sambungan Wartelsus Lapas Banyuwangi.

“MG ini mengaku memesan barang terlarang itu kepada rekannya yang ada di luar Lapas dengan sambungan telepon melalui Wartelsus Lapas Banyuwangi pada hari Jum’at kemarin,” lanjutnya.

Saat ini, temuan tersebut telah dikoordinasikan dan dilimpahkan kepada Satnarkoba Polresta Banyuwangi untuk dilakukan penanganan dan penyelidikan lebih lanjut. ujarnya.

Wahyu juga mengatakan bahwa Lapas Banyuwangi akan terus melakukan perang terhadap peredaran gelap narkotika ke dalam lapas.

Sesuai dengan perintah Dirjen Pemasyarakatan dalam 3 kunci pemasyarakatan yang salah satunya yaitu Berantas Narkoba.

“Salah satu upaya yang kami lakukan adalah dengan melakukan pengawasan dan pemeriksaan yang ketat terhadap seluruh barang maupun orang yang masuk kedalam Lapas Banyuwangi,” pungkasnya.

Sementara Plt. Kepala Kanwil Kemenkumham Wisnu Nugroho Dewanto menjelaskan bahwa barang haram tersebut berusaha dimasukkan ke dalam lapas melalui layanan penitipan barang dan makanan.

Untuk itu Kanwil Kemenkumham Jawa Timur menegaskan komitmenya dalam pemberantasan narkotika. Ujar Wisnu

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed