Kadivhumas Minta Seluruh Personel Polri Dan Keluarga Harus Emban Fungsi Kehumasan

Derap Hukum, Pemerintahan : Jakarta – Divisi Humas Polri menggelar workshop Peningkatan Kemampuan Operator Integrated Protection System Encrypted S1 (IPSE-S1) dengan tema ‘Kreativitas dan Militansi Bekerja di Era Digital dalam Menaikkan Citra Polri’.

Dalam arahannya, Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Sandi Nugroho mengatakan, tugas utama Polri adalah melaksanakan Perlindungan Pengayoman dan Pelayanan, Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) dan Penegakan Hukum (Gakum).

Ia pun menyadari bahwa perubahan dinamika yang terjadi, Harkamtibmas tak hanya di dunia nyata, melainkan juga di dunia maya.

Atas hal tersebut, Sandi menuturkan perkembangan media sosial dan dunia digital saat ini terjadi diseluruh sektor kehidupan, kadiv humas pun meminta seluruh anggota Polri dan keluarganya memberikan kepedulian kepada dunia maya.

“Sebab, hal-hal yang menjadi masalah di dunia maya dilakukan anggota Polri maupun keluarganya akan terdampak kepada institusi,” kata Sandi dalam penegasan tertulisnya, Minggu -28.5 2023, kemarin.

Atas hal itu ungkap Sandi, semua anggota Polri harus memiliki mindset yang sama untuk berupaya mengemban fungsi humas.

Dengan demikian, semua akan peduli terhadap keamanan dan ketertiban di dunia maya dengan mengangkat sisi baik polisi.

“Ada keluarganya yang bermasalah, langsung semua polisi ke angkat. Bahkan anaknya masalah, orang tua jadi pesakitan, dicari, jejak digital ada, keangkat semua.

Jikalau semua mengemban fungsi humas, bukan tutupin berita buruknya, tapi masih ada berita baik tentang kepolisian yang tidak boleh ditutupi,” katanya.

Untuk itu, ia pun meminta kepada seluruh personel Polri agar menyampaikan ke teman dan keluarganya untuk mencintai Polri bukan hanya di dunia nyata, namun juga di dunia maya.

Ditekankan Sandi, pemantauan isu-isu menonjol yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, terlebih di tahun politik, harus terus dilakukan. Sebab, berbagai ancaman di dunia maya telah menjadi salah satu isu kerawanan Pemilu 2024.

“Banjiri media dengan konten positif yang bersifat colling system dan mampu mencegah polarisasi masyarakat,” ujarnya.