Benjamin Netanyahu Pimpin Rapat Kabinet Kementerian Pertahanan Israel Di Kiryat Arba

- Jurnalis

Kamis, 21 Desember 2023 - 18:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Batas Rafah. 19.12,2023

Derap Reformasi, Hukum, Ekonomi, Politi, Pemerintahan : Internasional – PM Israel menegaskan, tentaranya tidak akan berhenti sampai penghancuran Hamas, kembalinya sandera, dan penghapusan ancaman dari Gaza.

Benjamin Netanyahu mengatakan, para pemimpin Hamas hanya punya dua pilihan, yaitu menyerah atau mati.

Dilansir dari The Times of Israel, mengabarkan Benjamin Netanyahu menolak segala usulan penghentian operasi militer karena dianggap tidak realistis. Israel pun tidak akan mengakhiri kampanye militernya di Jalur Gaza sampai tujuannya tercapai.

Penegasan Netanyahu itu setelah kritik Menteri Keuangan sayap kanan Bezalel Smotrich, melontarkan kecaman laporan negosiasi kesepakatan pembebasan sandera dengan Hamas.

Sementara hingga berita ini dilansir, Hamas belum mengomentari pernyataan Netanyahu.

Sedangkan informasi terkini, pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh, berbasis di Qatar, tiba di Kairo pada hari Rabu untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat Mesir.

Baca Juga :  Akibat Rutan Over Kapasitas, Pemasyarakatan Terbitkan Metode Deteksi Dini Ganguan Keamanan Ketertiban

Pertemuan itu diperkirakan terfokus pada kemungkinan gencatan senjata dalam Pertempuran Israel-Hamas dan kesepakatan untuk membebaskan beberapa sandera.

Para pemimpin Hamas secara terbuka mengatakan mereka hanya akan membebaskan sandera sebagai imbalan atas gencatan senjata permanen.

Meskipun laporan dalam beberapa hari terakhir mengindikasikan pembicaraan mengenai gencatan senjata jangka pendek untuk membebaskan lebih banyak sandera mungkin sedang berjalan.

Diketahui, serangan gencar Israel telah menyebabkan kehancuran di Gaza dengan setengah dari populasi persediaan perumahan di wilayah pesisir rusak atau hancur.

Selain itu, hampir 2 juta orang mengungsi kekurangan makanan dan air bersih. Sebanyak 20.000 warga Palestina lainya telah tewas terkena serangan sejak 7 Oktober 2023.

Ribuan jenazah diyakini terkubur di bawah reruntuhan di Gaza. Dan lebih dari 52.000 orang terluka akibat serangan gencar yang menargetkan rumah sakit, rumah, dan sekolah. Issue serangan Hamas terhadap pemukiman itu ditepis saksi mata yang mengatakan Hamas sengaja mengorbankan pemduduk. Ungkap Al Jazera. Sebaliknya, kliem korban tewas akibat serangan Hamas terhadap penduduk sipil dan militer Israel mencapai hampir 1.140 orang.

Di sisi lain, kantor Hak Asasi Manusia PBB mengatakan, mereka menerima informasi meresahkan, yang menuduh pasukan Israel mengeksekusi sedikitnya 11 pria Palestina tak bersenjata di Kota Gaza.

Follow WhatsApp Channel derapreformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sejumlah Nama Pejabat BI Disebut dalam Replik
Kejati Kalbar Gelar Penyuluhan Hukum Di Kubu Raya Bahas Pencegahan Karhutla Dan Permasalahan Pertanahan
KPK Tahan 8 Tersangka Korupsi di ATR/BPN
KPK Tahan Fahd A Rafiq dan Presdir Summarecon Terkait Suap HGB Bogor
KPKNL Lelang Aset Bodong, Sertifikat Ada di Pemilik
Sertifikat Masih di Tangan Andri Tedjadharma, Praktisi Hukum Tata Negara: Negara Jangan Melahirkan Sengketa
Lanud Halim Perdanakusuma Bersinergi Bersihkan Abu Vulkanik, Pastikan Kesiapan Operasional Penerbangan
Negara Hukum Dipertaruhkan dalam Polemik Bank Centris dan BLBI
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 12:21 WIB

Sejumlah Nama Pejabat BI Disebut dalam Replik

Senin, 21 September 2026 - 22:52 WIB

Kejati Kalbar Gelar Penyuluhan Hukum Di Kubu Raya Bahas Pencegahan Karhutla Dan Permasalahan Pertanahan

Rabu, 16 September 2026 - 19:48 WIB

KPK Tahan 8 Tersangka Korupsi di ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 - 19:24 WIB

KPK Tahan Fahd A Rafiq dan Presdir Summarecon Terkait Suap HGB Bogor

Minggu, 13 September 2026 - 19:26 WIB

Sertifikat Masih di Tangan Andri Tedjadharma, Praktisi Hukum Tata Negara: Negara Jangan Melahirkan Sengketa

Berita Terbaru

Penggugat, Andri Tedjadharma

Berita

Sejumlah Nama Pejabat BI Disebut dalam Replik

Rabu, 23 Sep 2026 - 12:21 WIB

Uncategorized

Tanah dan Rumah Justina Disita Tanpa Dasar Hukum  

Sabtu, 19 Sep 2026 - 19:46 WIB

Berita

KPK Tahan 8 Tersangka Korupsi di ATR/BPN

Rabu, 16 Sep 2026 - 19:48 WIB