Catatan Dari Acara Ulang Tahun Ke 73 Jaya Suprana

- Jurnalis

Sabtu, 29 Januari 2022 - 13:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Derap Reformasi: Gedung Kesenian Pasar Baru, Jakarta – Dasar seniman, ini komentar spontan salah seorang yang hadir dalam acara ulang tahun ke-73 Jaya Suprana yang diselenggarakan pada Kamis, 27 Januari 2022 di Gedung Kesenian, Pasar Baru Jakarta.

Taka da kue ulang tahun, bahkan tak ada nyanyian “selamat ulang tahun” atau lagu “happy birthay” yang dikumandang, kecuali ucapan selamat yang dilontarkan dari pada hadirin atau mereka yang ikut menghayubagyo seniman, budayawan serba bisa sekaligus yang banyak membuat gebrakan ini, termasuk museum Muri yang dia besut entah sejak kapan itu.

Meski terbilang sebagai pianis yang “jagoan”, dia pun tak sekali pun menyentuh tuth alat music itu, kecuali Cuma memberi komentar dengan gayanya yang kocak, sehingga menjadi penghibur hati hadirin jadi tertawa meski harus lebih banyak ditahan di dalam hati.

Tentu saja penyebabnya untuk menjaga sopan-santun serta tata krama dalam adat istiadat menonton suatu repertoar yang dianggap bergengsi.

Sejak awal panggung dibuka, dentingan piano seakan dimaksudkan oleh Jaya Suprana menyambut para tamu dan undangan yang mulai berdatangan hadir, mulai dari Jendral Gatot Nurmantyo hingga Menko Polhukam Prof, Machfud MD dan Eko Sriyanto Galgendu penggagas gerakan kebangkitan kesadaran dan pemahaman spiritual Indonesia sampai kalangan selebrity datang dan menikmati suguhan “sesuka hati” sahibul hajat yang susah menggenapi bilangan usianya ke-73 hari ini.

Baca Juga :  Berantas Korupsi Bukan KPK Saja

Boleh jadi karena haru kelahirannya yang bertepatan dengan hari wafatnya mantan Presiden Indonesia kedua, Haji Muhamad Soeharto pada 14 tahun silam itu, maka pamornya pun seakan menambah bobot Boss Jamu Jago ini.

Untungnya diantara hadirin ada yang membekali diri dengan beragam macam jamu instan kemasan yang siap minum, sehingga pertunjukan yang nyaris 3 jam berlangsung itu tidak sampai terjadi insiden terhiydridrasi, atau drinking less. Lantaran suguhan kesenian yang diracik Jaya Suprana dalam satu tema Cinta Indonesia ini nikmat dan asyik ditonton seperti melahap “pecel Jawa” yang komplit.

Mulai dari Arminia Choir, Orkes Keroncong Arum Puspita, hingga Bedhayan Tembang Alit dan Playset Band Pimpinan Chepy Hakim jadi menu suguhan yang sedap dilahap tanpa beranjak dari tempat duduk. Sebelumnta ada juga sambutan kesaksian Soesilo Bambang Yudoyono Mantan Presiden ke-5 via rekaman yang dikirim secara khusus dan Sandiaga Salahudin Uno, Menteri Pariwisata yang dengan rendah hati menyapa Om Jaya Supranan dan tentu mengucap selamat ulang tahun semoga selalu berbahagia.

Baca Juga :  Kanim Tangerang Gelar Kegiatan : Membangun Jiwa Service Excellent Berakhlak

Ekspresi dari revolusi budaya warisan entah berantah dalam acara ulang tahun serupa ini, pun sempat dilakukan oleh sekelompok Perwira Tinggi TNI dengan cara yang paling sederhana di RM.

Ayam Ancur beberapa pekan lalu dengan menyematkan sejumlah batang lilin kecil dari dalam saku di atas beberapa buah tahu goreng, untuk kemudian dinyalakan lalu ditiup dengan menyanyikan lagu kegembiraan dengan langgam dan gaya khas Tentara, sehingga sangat mengesankan.

Tampaknya, gerakan perlawanan budaya Indonesia sungguh sedang mencari identitas dan kepribadiannya yang lebih otentik. Selamat ulang tahun. Semoga perlawanan budaya masih dapat terus dilakukan pada usia kita yang masih tersisa. ***

Follow WhatsApp Channel derapreformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAPELS Perluas Jaringan ke Tingkat Nasional, Bentuk Kepengurusan Wilayah Jabodetabek
Mana Perpres Ojol? Aturan Baru Masuk Babak Finalisasi, Ini yang Perlu Diketahui Driver
Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Penegakan Hukum Berintegritas, Adil Dan Humanis
INFO ORANG HILANG: Sari Dharmawaty T Dilaporkan Hilang di Palu
Muktamar NU Ubah Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU, Mengapa Penting bagi Peta Politik Indonesia?
RUU Perampasan Aset Dikebut: Kalau Disahkan, Apa yang Sebenarnya Bisa Berubah?
Kajati Kalbar Klarifikasi Hibah Gedung Parkir
Demo 27 Agustus 2026 di DPR: Kelompok Massa, Tuntutan, dan Situasi Terbaru
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 15:44 WIB

PAPELS Perluas Jaringan ke Tingkat Nasional, Bentuk Kepengurusan Wilayah Jabodetabek

Kamis, 3 September 2026 - 13:49 WIB

Mana Perpres Ojol? Aturan Baru Masuk Babak Finalisasi, Ini yang Perlu Diketahui Driver

Rabu, 2 September 2026 - 21:26 WIB

Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Penegakan Hukum Berintegritas, Adil Dan Humanis

Selasa, 1 September 2026 - 05:15 WIB

INFO ORANG HILANG: Sari Dharmawaty T Dilaporkan Hilang di Palu

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Muktamar NU Ubah Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU, Mengapa Penting bagi Peta Politik Indonesia?

Berita Terbaru