Derap Reformasi: Hukum, Ekonomi, Pemerintahan; Jakarta – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigation Committee (DPP CIC), R. Bambang SS, menyampaikan harapan besar sekaligus desakan kepada Kapolri yang baru saja dilantik pada 1 Oktober 2026, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, untuk mempertahankan konsistensi tingkat tinggi dalam memberantas jaringan narkoba di Indonesia.
Menurut R. Bambang SS, latar belakang Jenderal Suyudi yang merupakan mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) harus menjadi modal kuat bagi Korps Bhayangkara untuk bergerak lebih agresif. Tantangan ini dinilai sangat relevan di tengah ancaman nyata peredaran gelap narkotika yang masih kerap menyusup ke tempat hiburan malam, termasuk dugaan jaringan di diskotik The Escape Hawaii.
DPP CIC menilai penunjukan Jenderal Suyudi oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah tepat yang didasarkan pada prestasi nyata. Selama memimpin BNN, lulusan Akpol 1994 ini mencatatkan gebrakan besar dengan menggagalkan peredaran 8 ton narkoba melalui sinergi lintas sektor.
“Pengalaman luar biasa Jenderal Suyudi saat memimpin BNN, termasuk keberhasilannya menyita berton-ton barang bukti dan memburu kartel internasional, harus dibawa ke institusi Polri. Kami di CIC mendesak agar Kapolri baru tetap konsisten dan tidak mengendurkan pengawasan terhadap ruang-ruang publik yang rawan, seperti diskotik dan kelab malam,” tegas R. Bambang SS dalam keterangannya di Jakarta kepada wartawan Selasa (6/10).
R.Bambang.SS menambahkan, konsistensi Polri di bawah kepemimpinan baru ini akan diuji oleh keberanian menindak tegas diskotik Escape Hawaii yang terbukti menjadi sarang peredaran narkoba. Ini harus menjadi prioritas penegakan hukum yang transparan tanpa pandang bulu.
“Kami meminta Jenderal Suyudi memerintahkan seluruh jajaran Kapolda hingga Kapolres untuk menyisir diskotik Escape Hawaii. Jika ada oknum aparat yang membekingi harus diberi sanksi pemecatan. Dan izin usaha diskotik Escape Hawaii dicabut permanen,” lanjut Bambang.
Karenanya, DPP CIC berkomitmen menjadi mitra strategis dalam mengawal agenda pemberantasan narkoba dan reformasi internal kepolisian.
Kerja sama yang kuat antara Polri dengan BNN—lembaga yang sebelumnya dipimpin Suyudi—diharapkan mampu memotong jalur penyelundupan narkotika secara total demi mewujudkan komitmen Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).
Editor : Asep Walam
Sumber Berita: CIC












Komentar