Proyek Gila Komunis Ditengah Multi Suku Afghan

- Jurnalis

Rabu, 25 Agustus 2021 - 00:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Derap Pemerintahan: Berawal atas ide gila mantan presiden Rusia LIONID BREZHNEV yang akan mendukung proyek politik Partai Rakyat Demokratik Afghanistan yakni Pemerintahan Sosialis utopis Afganistan di tahun 1979 kepemimpinan Babrak Kamal.

Dia, Babrak Kamal terkenal karena kepimpinannya yang MARXIS, dan mampu mendapat dukungan kekuatan milter dari bantuan Soviet. Namun akhirnya ia tidak mampu mengkonsolidasikan kekuatannya ketika kekuatan tokoh multi suku menguyu partainya ditahun 1989.

Awalnya pada 7 Juli 1979 pasukan yang dipimpin Kolonel Lomakin tiba tanpa alat tempur. Mereka masuk ke Afganistan menyamar sebagai pekerja ahli teknisi-teknisi diperusahaan. Ini adalah penyamaran pasukan militer komunis pertama sebelum invansi Rusia ke Afganistan.

Baca Juga :  Solusi Overcrowded, Lapas Tangerang Bangun Blok Baru

Selanjutnya tanggal 25 Desember 1979’ pasukan militer Uni Soviet itu dengan seragam pasukan militer Afganistan dikirim ke Afghan untuk bertempur melawan suku suku yang tergabung dalam kelompok Gerilyawan. Para tokoh pemimpin gerilyanan ketika itu adalah:

1. Jamaluddin Haqqani
2. Abdul Haq (Humayoun Arsala)
3. Mohammad Yunus Khalis (Younas)
4. Ismail Khan
5. Ahmad Syah Massoud (Shaheed/Martil)
6. Sibqhatullah Mujadeddi
7. Osama Bin Laden.

Uni Soviet melakukan pertempuran melawan gerilyawan Afganistan dan konplik tersebut dikenal banyak orang sebagai perang dingin.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Siap Jaga Keamanan Selama Bulan Ramadhan

Kegagalan Rusia diafganistan ketika itu dinyakini karena ulah Barbak Kamal yang tidak mampu mengkosulidasikan kekuatan partainya ditengah multi suku.

Perlu diketahui, ketika itu Mikhail Gorbachev telah mengetahui upaya pasukan barat yang mendukung penuh strategi gerilyawan afghan untuk bangkit.

Hal inilah yang membuktikan pengakuan kelemahan Babrak atas kegagalan militer societ

Bahkan Mikhail Gorbachev telah berulang kali menyebut infasi meliternya ke Afgan adalah hal ide yang buruk, bahwa kegagalan itu sudah ditakdirkan sejak awal.

Dan ia menarik semua pasukan dari medan pertempuran tanggal 15 ferbuari 1989. (DR)

Follow WhatsApp Channel derapreformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kajati Kalbar Lantik Dan Ambil Sumpah Jabatan ASPEMA Dan Kajari Landak
Wakajati Kalbar Setujui Mekanisme Keadilan Restoratif
Jemmy Novian Tirayudi Resmi Jabat Aspidsus
Adrian Asharyanto Gunadi, Mantan Bos Investree Divonis 3 Tahun
Danpusterad: Kesadaran Bela Negara Jadi Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045
Praktisi Hukum Pers, Turnya SH MH: Pemberitaan Temuan 996 Senjata Jangan Digiring ke Spekulasi
Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Dukung Lelang Serentak Kejaksaan RI
OJK Limpahkan Perkara, Lalu Senyap: Mengapa Kasus Mantan Bos Investree Nyaris Hilang dari Pemberitaan?
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:25 WIB

Kajati Kalbar Lantik Dan Ambil Sumpah Jabatan ASPEMA Dan Kajari Landak

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Wakajati Kalbar Setujui Mekanisme Keadilan Restoratif

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:45 WIB

Jemmy Novian Tirayudi Resmi Jabat Aspidsus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:39 WIB

Adrian Asharyanto Gunadi, Mantan Bos Investree Divonis 3 Tahun

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:45 WIB

Praktisi Hukum Pers, Turnya SH MH: Pemberitaan Temuan 996 Senjata Jangan Digiring ke Spekulasi

Berita Terbaru

Hukum

Wakajati Kalbar Setujui Mekanisme Keadilan Restoratif

Kamis, 20 Agu 2026 - 20:05 WIB

Hukum

Jemmy Novian Tirayudi Resmi Jabat Aspidsus

Selasa, 18 Agu 2026 - 20:45 WIB

Ekbis

Kejati Kalbar Dan BSI Perkuat Sinergi

Jumat, 14 Agu 2026 - 15:47 WIB