Polres Metro Bekasi dan Pemkab Bekasi Luncurkan Rumah Isolasi Terpusat untuk Buruh Pabrik

- Jurnalis

Rabu, 28 Juli 2021 - 18:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

CIKARANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama Polres Metro Bekasi menyediakan kawasan perumahan sebagai tempat isolasi terpusat perawatan pasien Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan bagi karyawan pabrik dan industri di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (28/7/2021).

Rumah isolasi yang terletak di Kawasan Industri Jababeka, tepatnya di New Beverly Hills, Cikarang itu mampu menampung 660 bed untuk pasien, termasuk untuk tenaga kesehatan. Fasiltas yang tersedia menggunakaan dana CSR dari para pengusahan yang berada di Kawasan Industri.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Hendra Gunawan dalam peresmian yang berlangsung Rabu,(27/7/2021) mengatakan, lebih dari 60 persen kasus Covid-19 di Pemkab Bekasi di dominasi oleh karyawan atau pekerja, sehingga pusat isolasi terpusat ini diperuntukan bagi karyawan yang bekerja di seluruh Kawasan Industri di Kabupaten Bekasi. Para pengusaha memiliki andil besar agar dapat memutus rantai penyebaran.

Karena itu, menurut dia, pihaknya bersinergi dengan semua pemangku kepentingan, terutama Apindo yang akhirnya terwujud tempat isolasi terpusat ini. “Semuanya akan terintegrasi, dan tidak perlu menunggu waktu lama bagi pasien yang terpapar,” ujar Kombes Hendra dalam sambutannya.

Baca Juga :  Gus Miftah Mundur Dari Jabatan Utusan Khusus Presiden RI

“Selain itu ada juga gerakan Berani (Bekasi Berantas Pandemi) yang bertujuan untuk menurunkan tingkat penularan dengan tiga T, pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment). Selain itu akan digencarkan vaksinasi bagi masyarakat sehingga targetnya tiga sampai empat bulan kedepan akan tercipta herd immunity di Bekasi,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan mengatakan,  kenaikan kasus kematian dari pasien yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah, terjadi lantaran kondisinya tidak memadai. Dia menyebut, sebagian besar atau 80 persen pasien yang isoman di rumah mengalami penurunan kondisi sehingga saat masuk ke rumah sakit sudah terlanjur para kondisinya.

“Yang terpapar Covid-19 sebagian besar atau sekitar 80 persen adalah yang menjalani isolasi mandiri di rumah, yang tidak semuanya memadai, sehingga akhirnya terjadi penurunan kondisi, masuk rumah sakit sudah telat, sehingga terjadi naiknya angka kematian,” kata Dani.

Baca Juga :  Dandim Bersama Kapolres Tinjau Gudang Logistik KPU

Karena itu, Dani menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Bekasi, mengambil langkah untuk memfasilitasi pasien yang terpapar Covid-19 di tempat isolasi secara terpusat. Mereka bergotong-royong menyiapkan tempat isolasi terpusat di kawasan industri, yang anggarannya diambil dari dana CSR perusahaan.

“Ada yang memberi Rp10 juta, Rp25 juta, Rp50 juta, namun fasilitas dna pelayan yang diberikan sama semua ke pasien. Dana CSR itu nanti dikelola oleh Apindo untuk menyelenggarakan pusat isolasi mandiri. Sehingga karyawan (yang terpapar) nanti isolasinya di sana yang lebih memadai fasilitas kesehatannya. Ada fasilitas penjemputan yang kami sediakan,” ujarnya.

Selain memperbanyak tempat isolasi terpusat, Pemkab Bekasi juga mendorong percepatan program vaksinasi di kawasan industri supaya para pekerja mempunyai imunitas terhadap paparan Covid-19. (Bob/YT)

Follow WhatsApp Channel derapreformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Umum DPP CIC Desak Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Tindak Tegas Jaringan Narkoba di Diskotik Escape Hawaii
Demo 27 Agustus 2026 di DPR: Kelompok Massa, Tuntutan, dan Situasi Terbaru
Diminta Tebusan Rp2,5 Miliar untuk Penyelesaian Sertifikat, Warga Semanan Adukan ke Polda Metro Jaya
Sampah Menggunung di Dekat SDN 15, Siswa Terpaksa Belajar Ditemani Bau Menyengat
Tadinya Taman, Kini Berubah Jadi Tempat Pembuangan Sampah
TPS RW 06 Pondok Bambu Disorot: Sampah Menumpuk, Warga Keluhkan Pengelolaan
Warga Keluhkan Bau Sampah di Bawah Flyover Cipinang Lontar, Harap Perhatian Wali Kota Jakarta Timur
Penyidik Kejati Kalbar Kembali Periksa Saksi-Saksi Perkara Bauksit Dari Kementerian ESDM
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Ketua Umum DPP CIC Desak Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Tindak Tegas Jaringan Narkoba di Diskotik Escape Hawaii

Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:22 WIB

Demo 27 Agustus 2026 di DPR: Kelompok Massa, Tuntutan, dan Situasi Terbaru

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:24 WIB

Diminta Tebusan Rp2,5 Miliar untuk Penyelesaian Sertifikat, Warga Semanan Adukan ke Polda Metro Jaya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:35 WIB

Sampah Menggunung di Dekat SDN 15, Siswa Terpaksa Belajar Ditemani Bau Menyengat

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:17 WIB

Tadinya Taman, Kini Berubah Jadi Tempat Pembuangan Sampah

Berita Terbaru

Berita

Wantimpres Diminta Perkuat Suara Daerah

Sabtu, 3 Okt 2026 - 21:02 WIB