Polda Metro Jaya Tidak Masuk Dalam 10 Besar Kota Dengan Indeks Kriminalitas Tertinggi Di Asia.

- Jurnalis

Sabtu, 31 Desember 2022 - 18:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Derap Hukum : Jakarta – Sepanjang tahun 2022, Polda Metro Metro Jaya berhasil bangkit menjadikan ibu kota aman, nyaman dan sejuk dengan perkembangan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Dan tercatat telah terjadi tindak pidana sebanyak 36.608 kasus selanjutnya dapat diselesaikan sebanyak 32.700 kasus atau sebanyak 89% kasus dapat diselesaikan ditahun 2022.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si, menjelaskan dalam acara Rilis Akhir Tahun Polda Metro Jaya 2022 di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, Sabtu -31.12.2022.

“Tren kejahatan di ibu kota tidak berbeda jauh dengan tahun sebelumnya, dan ada lima fenomena kejahatan yang perlu diantisipasi, diantaranya kejahatan narkotika, kejahatan siber (cyber crime), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), penganiayaan, dan pencurian dengan pemberatan (curat)” kata Irjen Fadil.

“Jumlah tindak pidana kejahatan narkoba di tahun 2022 sebanyak 3.586 kasus, dan dapat diselesaikan 3.260 kasus, dengan prediksi jiwa yang terselamatkan sebanyak 20,7 juta jiwa.

Temuan narkoba selama 2022 sebanyak 447,52 kilogram sabu, 133.895 butir ekstasi, 57.313 ton ganja, dan 2,86 kilogram tembakau sintesis.”

Sementara untuk kasus curat, Fadil mengatakan terdapat 1.494 kasus, dan yang dapat diselesaikan sebanyak 1.993 kasus.

Baca Juga :  Dampak El Nino Terhadap Produksi Pangan dan Solusi Melalui Teknologi Biosoildam MA-11

Sedangkan Curanmor tercatat sebanyak 1.563 kasus dengan jumlah kasus yang dapat diselesiakan sebanyak 1.468 kasus.

“Curanmor menjadi salah satu kejahatan perkotaan yang perlu mendapat perhatian khusus, hal itu bukan karena jumlah kasus yang dapat diungkap, tapi bagaimana kita memperkuat basis komunitas agar kasus curanmor bisa dikurangi, agar tidak menjadi korban curanmor, Fadil meminta masyarakat melakukan upaya pencegahan baik di rumah sendiri maupun di fasilitas-fasilitas umum.” Ungkap fadil.

Sementara kasus penganiayaan sebanyak 776 kasus, dan yang dapat diselesaikan sebanyak 991 kasus.

Untuk kasus kejahatan siber, Fadil memprediksi jumlahnya akan terus naik ke depannya.

“Kejahatan siber yang merupakan kejahatan yang ke depan akan terus mengalami tren perkembangan karena semakin tingginya frekuensi penggunaan internet.”

Tahun 2022 ada 905 kasus siber dengan berbagai macam jenis kejahatan siber, dan 642 kasus di antaranya dapat diselesaikan oleh Polda Metro Jaya,

“hal tersebut menandakan bahwa sebagian besar kasus yang dilaporkan ke Polda Metro jaya dapat diselesaikan, baik dengan pendekatan criminal justice maupun restorative justice,” kata Irjen Fadil.

Irjen Fadil, Juga menyebut Jakarta tidak masuk dalam 10 besar kota dengan indeks kriminalitas tertinggi di Asia.

Baca Juga :  Menkumham Tekankan Pentingnya Literasi Ke Agamawan Lintas Budaya

Ditahun 2022 polda metro jaya terus berinovasi dalam melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat dengan inovasi program yang di kembangkan oleh polda metro jaya di antanya Tim Patroli Perintis Presisi, Streat Race, Ada Polisi, Vaksinasi Merdeka, 91 Command Center Biroops, Hotline Layanan Pengaduan, Kampung Tangguh Jaya, Ramadhan Barokah, Qurban Barokah, Fgd Penyelenggaraan Event, Malam Pelayanan Polda metro Jaya, Deklarasi Kampung Kiapang BERSINAR (Bersih Dari Narkoba), K9, UMKM, Relawan Cianjur Dan E-TLE Mobile.

Harapan saya di tahun 2023 Polda Metro Jaya akan terus melakukan pendekatan-pendekatan kepolisian yang lebih mengedepankan pencegahan akan diutamakan, dengan terus menggandeng seluruh stake holder, khususnya masyarakat, serta di sektor penegakan hukum lalu lintas, Polda Metro Jaya akan terus melakukannya berbasis teknologi, dengan cara mengembangkan E-TLE Statis dan E-TLE Mobile.

Fadil Imran juga bertekad untuk terus mengembangkan pelayanan pubik yang humanis, dan melakukan penguatan, dengan menugaskan baik lulusan Sespim, lulusan PTIK, maupun lulusan Akpol mengganti personel Sabhara dan Binmas dengan tenaga-tenaga muda, karena ini akan menjadi ujung tombak bagi Polda Metro Jaya yang tentunya harus memiliki personel yang kuat dan inovatif.”tutup fadil.

Follow WhatsApp Channel derapreformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Perintahkan Strategi Baru Hadapi Karhutla Sumatra, Sumur Bor hingga Tim Khusus TNI
Saham BMRI Tertekan, Polemik Rekening Supriyono Jadi Sorotan
Djohermansyah: Pemerintah Tak Perlu Tunggu Status Bencana Nasional untuk Turun Tangan
Kajati Kalbar Lantik Dan Ambil Sumpah Jabatan ASPEMA Dan Kajari Landak
Wakajati Kalbar Setujui Mekanisme Keadilan Restoratif
Jemmy Novian Tirayudi Resmi Jabat Aspidsus
Adrian Asharyanto Gunadi, Mantan Bos Investree Divonis 3 Tahun
Praktisi Hukum Pers, Turnya SH MH: Pemberitaan Temuan 996 Senjata Jangan Digiring ke Spekulasi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Prabowo Perintahkan Strategi Baru Hadapi Karhutla Sumatra, Sumur Bor hingga Tim Khusus TNI

Selasa, 25 Agustus 2026 - 06:30 WIB

Saham BMRI Tertekan, Polemik Rekening Supriyono Jadi Sorotan

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Djohermansyah: Pemerintah Tak Perlu Tunggu Status Bencana Nasional untuk Turun Tangan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:25 WIB

Kajati Kalbar Lantik Dan Ambil Sumpah Jabatan ASPEMA Dan Kajari Landak

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Wakajati Kalbar Setujui Mekanisme Keadilan Restoratif

Berita Terbaru

oplus_0

Ragam

Maulid Nabi dan Peresmian Masjid Al Akbar Cibubur

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:55 WIB

Nasional

Saham BMRI Tertekan, Polemik Rekening Supriyono Jadi Sorotan

Selasa, 25 Agu 2026 - 06:30 WIB