Aspirasi Emak-emak Kembali Desak Pemerintah Tetapkan Hari Libur Nasional 15 Maret

- Jurnalis

Jumat, 17 Maret 2023 - 22:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Derap Reformasi, Politik, Pemerintahan: Banten , Jakarta – Resolusi PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) 15 Maret 2021 menegaskan Islamophobia telah menjadi perhatian dunia Internasional termasuk bagi Indonesia merasakan ada tekanan serta upaya untuk memecah belah umat, bahkan terkesan selalu ingin dibenturkan dengan umat beragama yang lain.

Menurut Pantauan beberapa artikel, perkumpulan Aspirasi Emak-emak yang diketuai Wati Imhar Burhanudin merupakan satu diantara sejumlah entitas (aktifitas) yang gigih juga memperjuangkan agar pemerintah Indonesia serius menanggapi Resolusi PBB itu.

Ia meminta pemerintah segera menetapkan setiap tanggal 15 Maret menjadi hari libur nasional, Ini menjadi apresiasi penghormatan atas penetapan resolusi PBB untuk umat Islam di Indonesia. Ungkapnya.

Perjuang Aspirasi Emak-emak juga telah melakulan berbagai upaya agar pemerintah Indonesia menetapkan setiap tanggal 15 Maret menjadi hari libur nasional sejak resolusi PBB dikeluarkan. Katanya.

Maka dalam waktu dekat Tutur Wati, Aspirasi bersama segenap elemen pendukung serta organisasi yang senapas akan dilaksanakan, untuk memperjuangkan penetapan hari libur nasional pada 15 Maret di Indonesia.

Baca Juga :  Semakin PASTI Dan BerAKHLAK, Lapas Tondano Gelar Upacara Hari Dharma Karya Dhika Ke-77 Tahun 2022

Ia mengatakan, akan menyambangi berbagai instansi dan lembaga dengan mengajak sejumlah organisasi pendukung serta elemen masyarakat untuk secara bersama berjuang dan mengupayakan agar setiap tanggal 15 Maret dijadikan hari libur nasional.

Apakah dari Indonesia, Aspirasi Enak-emak dibawah komando Wati Imhar Burhanudin dan Bunda Jatiningsih akan membangun jaringan komunikasi (silaturrachmi) dengan segenap komunitas masyarakat muslim diberbagai negara ?

“Seperti Komunitas masyarakat Muslim Amerika yang baru saja merayakan “Day to Combat Islamophobia” di pusat peradaban dunia yang telah mulai bergeser ke Timur”. Ungkapnya.

Sekarang ini.Dr. Iman Syamsi Ali dengan segenap gerbong organisasi kemasyarakatan yang dia pimpin dan dibinanya di negeri orang itu, pun baru saja menyelenggarakan semacam peringatan hari Islamophobia (15- 18 Maret).

“Dengan mendudukkan sejumlah tokoh guna memapar ikhwal masalah Islamophobia yang telah dimuati oleh beragam kepentingan dari berbagai pihak itu”. Ucapnya.

Sehingga sangat merugikan perkembangan dan kemajuan umat Islam untuk menebarkan rachmat Tuhan bagi semua manusia tanpa kecuali yang ada di muka bumi.

Baca Juga :  Mayjen TNI Jamalulael Resmi Jabat Pangdam XII Tanjungpura Tanggal 30 Desember 2024

Pemahaman terhadap konsepsi Tuhan untuk manusia sebagai makhluk pilihan yang paling mulia di bumi, maka proposal kerja adalah berpegang pada kata kunci rachmatan lil alamin.

Artinya, paling tidak harus membangun ikatan untuk persaudaraan sesama manusia tanpa kecuali. Karena itu, pemahaman terhadap Islamiphobia perlu dihadapi secara bersama seluruh umat beragama. terang Wati.

Ditambahkan nya lagi, karena muatan Iskamophonia telah menjadi bom pemecah dari kerukunan umat beragama di dunia.

Sedangkan konsep yang turun dari langit jelas dalam bentuk dan wujudnya yang harus nyata dalam makna rachmatan lil alamin.kata Wati Imhar Burhanudin.

Karena itu’ Dia menyatakan sebagai motor penggerak seluruh potensi atau kekuatan yang akan memobilisasi massanya untuk meminta kesemua lembaga termasuk instansi terkait, untuk memberi perhatian dan mendorong pemerintah menetapkan hari libur nasional pada setiap tanggal 15 Maret di Indonesia. Tandas aktivis perempuan 2003, kamis pagi -16 Maret 2023 via seluler.

Follow WhatsApp Channel derapreformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kajati Kalbar Lantik Dan Ambil Sumpah Jabatan ASPEMA Dan Kajari Landak
Wakajati Kalbar Setujui Mekanisme Keadilan Restoratif
Jemmy Novian Tirayudi Resmi Jabat Aspidsus
Adrian Asharyanto Gunadi, Mantan Bos Investree Divonis 3 Tahun
Praktisi Hukum Pers, Turnya SH MH: Pemberitaan Temuan 996 Senjata Jangan Digiring ke Spekulasi
Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Dukung Lelang Serentak Kejaksaan RI
OJK Limpahkan Perkara, Lalu Senyap: Mengapa Kasus Mantan Bos Investree Nyaris Hilang dari Pemberitaan?
Kajati Kalbar Beri Motivasi Dan Lepas Peserta Magang FKPKBM Kalimantan Barat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:25 WIB

Kajati Kalbar Lantik Dan Ambil Sumpah Jabatan ASPEMA Dan Kajari Landak

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Wakajati Kalbar Setujui Mekanisme Keadilan Restoratif

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:45 WIB

Jemmy Novian Tirayudi Resmi Jabat Aspidsus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:39 WIB

Adrian Asharyanto Gunadi, Mantan Bos Investree Divonis 3 Tahun

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:45 WIB

Praktisi Hukum Pers, Turnya SH MH: Pemberitaan Temuan 996 Senjata Jangan Digiring ke Spekulasi

Berita Terbaru

Hukum

Wakajati Kalbar Setujui Mekanisme Keadilan Restoratif

Kamis, 20 Agu 2026 - 20:05 WIB

Hukum

Jemmy Novian Tirayudi Resmi Jabat Aspidsus

Selasa, 18 Agu 2026 - 20:45 WIB

Ekbis

Kejati Kalbar Dan BSI Perkuat Sinergi

Jumat, 14 Agu 2026 - 15:47 WIB