2 PKR Kelas REM Akan Ambil Bagian Pada Latihan Operasi Amfibi TNI AL

- Jurnalis

Senin, 11 Oktober 2021 - 14:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

2 Kapal Perang Perusak Kawal Rudal (PKR) Kelas RE Martadinata yaitu KRI RE Martadinata (REM)-331 dan KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR)-332 akan mengikuti Latihan Operasi Amfibi (Latopsfib) TNI AL TA 2021.

Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi penyiapan Latihan Operasi Amfibi TA.2021 yang dihadiri oleh tim perancang latihan dari Koarmada I, Pushidrosal, Kolinlamil, Kormar, dan Puspenerbal di gedung Nanggala, Mako Koarmada I, Senin (11/10).

Kapal Frigate Sigma 10514 KRI R.E. Martadinata-331 dan KRI I Gusti Ngurah Rai 332 memiliki panjang total 105,11 meter dan berat 2.365 ton merupakan multi mission fregate kelas SIGMA yang dibangun oleh PT PAL Indonesia (Persero) bekerjasama dengan Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS).

Baca Juga :  Tingkatkan Profesionalisme Penerangan, Puspen TNI Gelar Latfungnispen TA 2024

Kapal fregate kombatan ini didesain untuk menjalankan berbagai misi yaitu peperangan anti kapal permukaan, peperangan anti kapal selam, peperangan anti serangan udara, serta peperangan elektronika.

Pangkoarmada I Laksda TNI Arsyad Abdullah, S.E.,M.A.P. dalam keterangan persnya membenarkan bahwa akan dilaksanakan latihan operasi pendaratan amfibi dalam waktu dekat.

“Saya diperintahkan oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono, S.E.,M.M. merencanakan dan melaksanakan latihan operasi amfibi dalam waktu dekat serta saya ditunjuk sebagai Panglima Komando Tugas Gabungan Operasi Amfibi (Pangkogasgabfib). Kita akan melibatkan alutsista Koarmada I, Koarmada II, Korps Marinir dan Puspenerbal serta Pushidrosal yang akan bergabung pada tanggal 20 Oktober mendatang.” Ungkap Laksda TNI Arsyad Abdullah.

Baca Juga :  2 KRI KOLINLAMIL BERLATIH PENYELAMATAN BAHAYA KEBAKARAN

Latihan ini merupakan latihan parsial Armada Jaya XXXIX yang sempat tertunda pada awal april lalu akibat melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia. Tujuan latihan ini sendiri selain untuk meningkatkan profesionalisme prajurit TNI Angkatan Laut juga untuk mengetahui tingkat kesiapan operasional sekaligus sebagai tolok ukur hasil pembinaan latihan dalam satu tahun anggaran serta keterpaduan komponen sistem senjata armada terpadu / SSAT. (Bob YT)

Follow WhatsApp Channel derapreformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dol Samad: Kenapa Pemerintah Tidak Membuat Kanal Drainase – Anak Sungai Di AreaL Lahan
Lanud Halim Perdanakusuma Bersinergi Bersihkan Abu Vulkanik, Pastikan Kesiapan Operasional Penerbangan
Refleksi Kemerdekaan, SEMMI Jaksel Dorong Mahasiswa Perkuat Pemahaman dan Jaga Demokrasi
Danpusterad: Kesadaran Bela Negara Jadi Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045
BRI Sudirman 1 Gelar Jumat Berkah, Bagikan Paket Makanan untuk Pengemudi Ojol di Kawasan Sudirman
Kejati Kalbar Hadiri Panen Raya Ketahanan Pangan TNI
UMKM Bawang di Bali Mengadu ke Komisi III DPR:Toko Disegel, 400 Bal Bawang Disita, Kerugian Membengkak
Dosen UBSI Jalankan Tri Dharma Sebagai Bentuk Pengabdian Dalam Menjalankan Edukasi Kepada Masyarakat
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Dol Samad: Kenapa Pemerintah Tidak Membuat Kanal Drainase – Anak Sungai Di AreaL Lahan

Kamis, 10 September 2026 - 12:00 WIB

Lanud Halim Perdanakusuma Bersinergi Bersihkan Abu Vulkanik, Pastikan Kesiapan Operasional Penerbangan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Refleksi Kemerdekaan, SEMMI Jaksel Dorong Mahasiswa Perkuat Pemahaman dan Jaga Demokrasi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:31 WIB

Danpusterad: Kesadaran Bela Negara Jadi Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:51 WIB

BRI Sudirman 1 Gelar Jumat Berkah, Bagikan Paket Makanan untuk Pengemudi Ojol di Kawasan Sudirman

Berita Terbaru

Hukum

Kejagung Bantah Isu Penangkapan Petinggi Polri

Selasa, 3 Nov 2026 - 17:00 WIB

Berita

Kejati Kalbar Perkuat Pengawalan Hukum Optimalkan PAD

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:59 WIB