Intelektualitas Yang Liar Hanya Bisa Dijinakkan Oleh Spiritualitas Sebagai Kesadaran Illahiyah

- Jurnalis

Rabu, 22 Februari 2023 - 08:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Intelektualitas yang tidak dipandu oleh spiritualitas bisa menghasilkan perbuatan liar dan brutal akibat keangkuhan yang tidak terkendali dan tidak nampu dijinakkan.

Kerusakan yang terjadi akibat perilaku ilmuan bukan saja sebatas kerusakan alam (fisik) semata, tetapi juga terhadap banyak hal yang bersifat non fisik, sehingga etika, moral dan akhlak manusia semakin merosot lebih kejam dari binatang buas.

Itulah kecemasan banyak orang pada era milineal sekarang ini karena kemampuan untuk saling me hancurkan — bahkan untuk memusnahkan — akibat persaingan dalam banyak hal dan bentuk serta levelnya semakin beragam.

Sementara laku spiritual sebagai penyeimbang semakin merosot, karena dianggap seperti langkah mundur yang selalu dikesankan sedang berlomba dengan banyak pihak. Karenanya, kepintaran manusia seunggul mungkin terus dipacu seperti dalam persaingan yang telah menjadi kodrat tak bisa dihindarkan.

Akibatnya untuk menemukan paradigma baru guna mengatasi birahi dalam beragam bentuk dan level dari persaingan ini terus dipacu untuk mengungguli pihak lain.Pendek kata, ilmu dan pengetahuan telah menjadi simbol dari mitos ukuran dari keunggulan dan keberhasilan dari standar menjadi manusia di muka bumi.

Baca Juga :  Sukseskan Pemilu Damai 2024 Polda Metro Jaya Gelar Deklarasi Anti Hoax

Meski dalam realitasnya sekarang sangat dominan telah menggradasi harkat dan martabat dari kemuliaan manusia.Kepongahan para ilmuan ini terkesan tambah meruncing, akibat persaingan yang semakin ketat karena banyak hal memang harus direbut terutama dalam kekayaan (materi) dan kekuasaan non materi agar dapat maksimal berada di atas mereka yang lain — yang selalu dianggap menjadi pesaing — atau bahkan musuh yang bisa menjadi ancaman dalam hidup ini.

Dalan skala global perlombaan dari upaya untuk menciptakan senjata tercanggih pada level negara sekarang sudah ditingkatkan pada bentuk sergapan perang asimetris dalam berbagai cara dan bentuk, hingga pada puncaknya untuk memusnahkan secara fisik maupun non fisik.Dalam level terendah mungkin seperti yang tengah terjadi di negeri kita sendiri, Indonesia.

Pada bilik politik, toh bisa ditonton betapa serunya persiapan Pilpres (Pemilihan Presiden), meski pertarungan yang lebih sengit baru akan terjadi pada saat menjelang waktu penentuan menang atau kalah pada tahun 2024.

Baca Juga :  Tingkatkan Penegakkan Hukum TPPO

Tetapi etika, moral dan akhlak mulia manusia telah berguguran. Oleh karena itu, gerakan moral rekonsiliasi Indonesia seperti yang digagas dan dimotori oleh GMRI bersama Posko Negarawan semakin nyata dan relevan untuk memposisikan diri sebagai angin penyejuk — bukan pengendali juga bukan untuk membuat keseimbangan — jadi sekedar ingin menjadi faktor lain — yang tidak akan pernah berpihak pada suapa pun, kecuali untuk nilai-nilai kemanusiaan yang lebih adil dan lebih beradap dalam menata negara demi dan untuk bangsa Indonesia yang ingin membangun masa depan yang lebih baik, lebih beradab untuk menjadi tauladan serta pemimpin dunia di masa depan.

Kesadaran para intelektual masuk wilayah spiritual, mulai tampak dan menjadi fenomena baru yang menarik dan mengharukan — sekaligus sangat mengagumkan — karena memang sangat menggembirakan, karena kaum intelektual Indinesia tidak ingin menjadi robotik dengan bangkitnya kesadaran serta hasrat memboboti diri dengan nilai spiritualitas yang mampu menuntun pada kesadaran yang bersifat illahiyah.

Banten, 21 Februari 2023

Follow WhatsApp Channel derapreformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Perintahkan Strategi Baru Hadapi Karhutla Sumatra, Sumur Bor hingga Tim Khusus TNI
Saham BMRI Tertekan, Polemik Rekening Supriyono Jadi Sorotan
Djohermansyah: Pemerintah Tak Perlu Tunggu Status Bencana Nasional untuk Turun Tangan
Di Tengah Krisis Global, Diplomasi Energi Prabowo Dinilai Selamatkan Fiskal Indonesia
Indonesia Terancam Terjebak antara Batu Bara dan Energi Terbarukan
Kajati Kalbar Komitmen Perkuat Kawal Kebangkitan Ekonomi Desa Hadiri Peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih
Kejati Kalbar Optimalisasi Barang Rampasan Negara Sebagai RUPBASAN
Madsanih: Berharap pengadilan Objektif dan Menjadi Garda Terakhir Pencari Keadilan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Prabowo Perintahkan Strategi Baru Hadapi Karhutla Sumatra, Sumur Bor hingga Tim Khusus TNI

Selasa, 25 Agustus 2026 - 06:30 WIB

Saham BMRI Tertekan, Polemik Rekening Supriyono Jadi Sorotan

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Djohermansyah: Pemerintah Tak Perlu Tunggu Status Bencana Nasional untuk Turun Tangan

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:15 WIB

Di Tengah Krisis Global, Diplomasi Energi Prabowo Dinilai Selamatkan Fiskal Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:32 WIB

Indonesia Terancam Terjebak antara Batu Bara dan Energi Terbarukan

Berita Terbaru

oplus_0

Ragam

Maulid Nabi dan Peresmian Masjid Al Akbar Cibubur

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:55 WIB

Nasional

Saham BMRI Tertekan, Polemik Rekening Supriyono Jadi Sorotan

Selasa, 25 Agu 2026 - 06:30 WIB