Silaturahmi Sespimmen Polri ke Jokowi, Haidar Alwi: Jangan Jadi Polemik

- Jurnalis

Senin, 21 April 2025 - 21:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), Ir. R Haidar Alwi menilai tidak perlu ada yang mengkritik ketika Presiden Jokowi menerima silaturahmi dari peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Kepolisian RI (Polri) Pendidikan Reguler (Dikreg) ke-65.

Haidar menilai sangat wajar, ketika peserta Sespimen Polri berkunjung ke kediaman Jokowi, minta petuah dari salah satu tokoh bangsa Indonesia.

“Pak Jokowi itu presiden ketujuh republik Indonesia. Pak Jokowi 10 tahun sebagai presiden dan menjadi bapak bangsa,” kata Haidar Alwi saat diwawancara awak media usia diskusi ‘Membedah Prestasi Polri sesuai Amat Reformasi’ yang diselenggarakan HAI di Jakarta, Senin (21/4/2025).

Haidar menegaskan, sosok Jokowi sebagai mantan presiden dan tokoh bangsa tentu menjadi magnet bagi semua kalangan untuk berkunjung dan meminta masukan-masukan.

“Jadi mau Sespimmen Polri, mau siapa pun boleh datang ke rumah Pak Jokowi. Dan tak perlu kita kritik, mau bicara apa pun,” tukas Haidar.

Baca Juga :  Piloting Implementasi Keadilan Restoratif, Ditjenpas Susun Policy Brief Asimilasi

Ia pun mengingatkan bahwa selama ini pun, Presiden Jokowi sering menerima kedatangan rakyat di Kediamannya di Gang Kutai 1 Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.

“Rakyat biasa aja sering datang berbondong-bondong kok ke rumah pak Jokowi. Apalagi ini sespimmen Polri, ” tegas Haidar.

Ia juga mengingatkan bahwa Sespimmen Polri itu adalah sekolah pimpinan. Yang namanya pimpinan di Polisi itu orang-orang yang cukup diperhitungkan di negara ini.

“Kalau mereka (Sespimmen Polri) minta bimbingan atau minta usulan kepada pak Jokowi, ya wajar-wajar aja. Enggak perlu dipolitisir, wah ini kok sespi polisi ke pak Jokowi. Gak usah,” tegas Haidar.

Bagi Haidat, Polisi juga sama dengan rakyat, dan sah-sah saja kalau mereka malah patut diapresiasi. Bukan malah dikritik.

“Polisi juga sama dengan kita-kita kok, rakyat biasa. Sah-sah aja. Wajar dan menurut saya bagus. Pak Jokowi itu bukan setahun dua tahun jadi presien Indonesia. Tapi 10 tahun loh,” tuntas Haidar.

Baca Juga :  Lapas Cipinang Turut Serta Dalam Kegiatan Finalisasi Dan Uji Coba Pedoman Penanganan Krisis Komunikasi

Jangan lupa juga, Pak Jokowi itu yang membuat polisi menjadi seperti sekarang, dicintai rakyat, melayani rakyat, dan menjadi terbuka.

“Polisi menjadi seperti sekarang itu di eranya pak Jokowi jadi Presiden. Bukan di era presiden lain,” tuntas Haidar.

Sebelumnya, para peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Serdik Sespimmen) Polri Pendidikan Reguler (Dikreg) ke-65 berkunjung dan diterima dengan sangat hangat oleh Presiden Jokowi.

Sespimmen merupakan sekolah staf dan pimpinan menengah Polri. Peserta didiknya adalah para perwira menengah dengan pangkat ajun komisaris besar dan komisaris.

Momen kunjungan Serdik Sespimmen Polri di kediaman Jokowi di Gang Kutai 1 Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo itu berlangsung pada Kamis, 17 April 2025.

Follow WhatsApp Channel derapreformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Muktamar NU Ubah Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU, Mengapa Penting bagi Peta Politik Indonesia?
RUU Perampasan Aset Dikebut: Kalau Disahkan, Apa yang Sebenarnya Bisa Berubah?
Prabowo Perintahkan Strategi Baru Hadapi Karhutla Sumatra, Sumur Bor hingga Tim Khusus TNI
Saham BMRI Tertekan, Polemik Rekening Supriyono Jadi Sorotan
Djohermansyah: Pemerintah Tak Perlu Tunggu Status Bencana Nasional untuk Turun Tangan
Di Tengah Krisis Global, Diplomasi Energi Prabowo Dinilai Selamatkan Fiskal Indonesia
Indonesia Terancam Terjebak antara Batu Bara dan Energi Terbarukan
Kajati Kalbar Komitmen Perkuat Kawal Kebangkitan Ekonomi Desa Hadiri Peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Muktamar NU Ubah Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU, Mengapa Penting bagi Peta Politik Indonesia?

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:21 WIB

RUU Perampasan Aset Dikebut: Kalau Disahkan, Apa yang Sebenarnya Bisa Berubah?

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Prabowo Perintahkan Strategi Baru Hadapi Karhutla Sumatra, Sumur Bor hingga Tim Khusus TNI

Selasa, 25 Agustus 2026 - 06:30 WIB

Saham BMRI Tertekan, Polemik Rekening Supriyono Jadi Sorotan

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Djohermansyah: Pemerintah Tak Perlu Tunggu Status Bencana Nasional untuk Turun Tangan

Berita Terbaru

Berita

Wantimpres Diminta Perkuat Suara Daerah

Sabtu, 3 Okt 2026 - 21:02 WIB