TNI Siapkan Tim Khusus
Prabowo juga meminta TNI menyiapkan tim untuk menjangkau lokasi karhutla yang sulit diakses personel darat.
Medan gambut dan kawasan hutan sering menyulitkan mobilisasi pasukan. Jarak yang jauh dan akses terbatas dapat memperlambat penanganan.
Karena itu, TNI menyiapkan Tim Alfa untuk menguji kemampuan menjangkau medan sulit.
Prabowo juga meminta TNI memanfaatkan kemampuan helikopter untuk mendukung operasi pemadaman dari udara.
Strategi ini melengkapi operasi personel di darat.
Lima Helikopter Water Bombing Masih Beroperasi
Pemerintah juga mengandalkan helikopter water bombing untuk memadamkan api dari udara.
Di Sumatra Selatan, pemerintah menggunakan lima helikopter dalam operasi tersebut.
Setiap helikopter mampu melakukan sekitar 60 kali penyiraman dalam satu hari. Kapasitas rata-rata mencapai empat ton air setiap penyiraman.
Dengan lima helikopter, kemampuan penyiraman dapat mencapai sekitar 1.200 ton air per hari.
Prabowo menilai kemampuan tersebut masih cukup untuk kondisi saat ini. Namun, pemerintah tetap harus mengantisipasi munculnya titik api baru.
Drone untuk Pantau Titik Panas
Pemerintah juga memperkuat pemantauan menggunakan teknologi.
Prabowo menanyakan kesiapan penggunaan drone untuk memantau hotspot dan fire spot.
Teknologi tersebut dapat membantu petugas melihat wilayah yang sulit dijangkau dari darat.
Semakin cepat petugas mengetahui lokasi kebakaran, semakin cepat pula mereka dapat mengambil tindakan.
Karena itu, teknologi pemantauan menjadi bagian penting dalam strategi pencegahan karhutla.
Pemerintah Tak Bisa Hanya Mengandalkan Pemadaman
Karhutla tidak hanya membutuhkan operasi pemadaman.
Pemerintah juga harus menjaga kondisi lahan agar tidak mudah terbakar. Pengelolaan air, patroli, pemantauan hotspot, edukasi masyarakat, dan penegakan hukum harus berjalan bersamaan.
Prabowo sebelumnya juga meminta aparat memperkuat edukasi dan penegakan hukum terhadap pembukaan lahan dengan cara membakar.
Strategi tersebut menunjukkan perubahan pendekatan.
Pemerintah kini tidak hanya mengejar api. Pemerintah juga harus mengurangi risiko sebelum api muncul.
Tantangan Berikutnya Ada di Lapangan
Instruksi Presiden menjadi langkah awal. Pemerintah masih harus membuktikan efektivitasnya di lapangan.
Pemerintah perlu memastikan sumur bor berfungsi ketika petugas membutuhkannya. Sekat kanal juga harus mendapat perawatan agar tetap mampu menahan air.
Penggunaan drone, helikopter, dan teknologi modifikasi cuaca juga membutuhkan anggaran serta koordinasi yang baik.
Di sisi lain, pemerintah harus memperjelas tanggung jawab pengelola lahan.
Perusahaan dan masyarakat yang mengelola kawasan rawan karhutla juga memiliki tanggung jawab untuk mencegah kebakaran.
Karena itu, keberhasilan strategi baru ini tidak hanya terlihat dari jumlah api yang berhasil dipadamkan.
Indikator yang lebih penting adalah kemampuan pemerintah mencegah kebakaran meluas dan mengurangi kemunculan titik api baru.
Halaman : 1 2












