Prabowo Perintahkan Strategi Baru Hadapi Karhutla Sumatra, Sumur Bor hingga Tim Khusus TNI

- Jurnalis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TNI Siapkan Tim Khusus

Prabowo juga meminta TNI menyiapkan tim untuk menjangkau lokasi karhutla yang sulit diakses personel darat.

Medan gambut dan kawasan hutan sering menyulitkan mobilisasi pasukan. Jarak yang jauh dan akses terbatas dapat memperlambat penanganan.

Karena itu, TNI menyiapkan Tim Alfa untuk menguji kemampuan menjangkau medan sulit.

Prabowo juga meminta TNI memanfaatkan kemampuan helikopter untuk mendukung operasi pemadaman dari udara.

Strategi ini melengkapi operasi personel di darat.

Lima Helikopter Water Bombing Masih Beroperasi

Pemerintah juga mengandalkan helikopter water bombing untuk memadamkan api dari udara.

Di Sumatra Selatan, pemerintah menggunakan lima helikopter dalam operasi tersebut.

Setiap helikopter mampu melakukan sekitar 60 kali penyiraman dalam satu hari. Kapasitas rata-rata mencapai empat ton air setiap penyiraman.

Dengan lima helikopter, kemampuan penyiraman dapat mencapai sekitar 1.200 ton air per hari.

Baca Juga :  Persiapan Polri Amankan Pemilu 2024 Jelang Pencoblosan

Prabowo menilai kemampuan tersebut masih cukup untuk kondisi saat ini. Namun, pemerintah tetap harus mengantisipasi munculnya titik api baru.

Drone untuk Pantau Titik Panas

Pemerintah juga memperkuat pemantauan menggunakan teknologi.

Prabowo menanyakan kesiapan penggunaan drone untuk memantau hotspot dan fire spot.

Teknologi tersebut dapat membantu petugas melihat wilayah yang sulit dijangkau dari darat.

Semakin cepat petugas mengetahui lokasi kebakaran, semakin cepat pula mereka dapat mengambil tindakan.

Karena itu, teknologi pemantauan menjadi bagian penting dalam strategi pencegahan karhutla.

Pemerintah Tak Bisa Hanya Mengandalkan Pemadaman

Karhutla tidak hanya membutuhkan operasi pemadaman.

Pemerintah juga harus menjaga kondisi lahan agar tidak mudah terbakar. Pengelolaan air, patroli, pemantauan hotspot, edukasi masyarakat, dan penegakan hukum harus berjalan bersamaan.

Prabowo sebelumnya juga meminta aparat memperkuat edukasi dan penegakan hukum terhadap pembukaan lahan dengan cara membakar.

Baca Juga :  Kapolda Metro Jaya Berikan Arahan Kepada Personel Reserse Jajaran Polda Metro Jaya

Strategi tersebut menunjukkan perubahan pendekatan.

Pemerintah kini tidak hanya mengejar api. Pemerintah juga harus mengurangi risiko sebelum api muncul.

Tantangan Berikutnya Ada di Lapangan

Instruksi Presiden menjadi langkah awal. Pemerintah masih harus membuktikan efektivitasnya di lapangan.

Pemerintah perlu memastikan sumur bor berfungsi ketika petugas membutuhkannya. Sekat kanal juga harus mendapat perawatan agar tetap mampu menahan air.

Penggunaan drone, helikopter, dan teknologi modifikasi cuaca juga membutuhkan anggaran serta koordinasi yang baik.

Di sisi lain, pemerintah harus memperjelas tanggung jawab pengelola lahan.

Perusahaan dan masyarakat yang mengelola kawasan rawan karhutla juga memiliki tanggung jawab untuk mencegah kebakaran.

Karena itu, keberhasilan strategi baru ini tidak hanya terlihat dari jumlah api yang berhasil dipadamkan.

Indikator yang lebih penting adalah kemampuan pemerintah mencegah kebakaran meluas dan mengurangi kemunculan titik api baru.

Follow WhatsApp Channel derapreformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saham BMRI Tertekan, Polemik Rekening Supriyono Jadi Sorotan
Djohermansyah: Pemerintah Tak Perlu Tunggu Status Bencana Nasional untuk Turun Tangan
Di Tengah Krisis Global, Diplomasi Energi Prabowo Dinilai Selamatkan Fiskal Indonesia
Indonesia Terancam Terjebak antara Batu Bara dan Energi Terbarukan
Kajati Kalbar Komitmen Perkuat Kawal Kebangkitan Ekonomi Desa Hadiri Peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih
Kejati Kalbar Optimalisasi Barang Rampasan Negara Sebagai RUPBASAN
Madsanih: Berharap pengadilan Objektif dan Menjadi Garda Terakhir Pencari Keadilan
Kejati Kalbar Tidak Bawa Gerobak Kosong Amankan 170 Milyar Perkara Korupsi Tambang Bauksit Kalimantan Barat
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Prabowo Perintahkan Strategi Baru Hadapi Karhutla Sumatra, Sumur Bor hingga Tim Khusus TNI

Selasa, 25 Agustus 2026 - 06:30 WIB

Saham BMRI Tertekan, Polemik Rekening Supriyono Jadi Sorotan

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Djohermansyah: Pemerintah Tak Perlu Tunggu Status Bencana Nasional untuk Turun Tangan

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:15 WIB

Di Tengah Krisis Global, Diplomasi Energi Prabowo Dinilai Selamatkan Fiskal Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:32 WIB

Indonesia Terancam Terjebak antara Batu Bara dan Energi Terbarukan

Berita Terbaru

oplus_0

Ragam

Maulid Nabi dan Peresmian Masjid Al Akbar Cibubur,

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:55 WIB

Nasional

Saham BMRI Tertekan, Polemik Rekening Supriyono Jadi Sorotan

Selasa, 25 Agu 2026 - 06:30 WIB