Publik Pertanyakan Komitmen OJK dalam Kasus Investree yang Rugikan Masyarakat Lebih dari 2 Triliun

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026 - 06:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Komitmen OJK dalam Kasus Investree Jadi Sorotan. Publik  Hanya manis di rilis. 

JAKARTA — Komitmen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam penegakan hukum perkara Investree dipertanyakan publik.

Pasalnya, institusi yang sejak awal tampil aktif menangani perkara tersebut justru terkesan menarik diri setelah kasus dilimpahkan ke Kejaksaan dan berujung pada vonis tiga tahun penjara terhadap mantan Direktur Utama PT Investree Radhika Jaya, Adrian Asharyanto Gunadi (AAG).

Apalagi diketahui persidangan perkara tersebut senyap dari pemberitaan luas media. Terkesan tidak transparan dan berbeda jauh sebelum pelimpahan.

Ketika dikonfirmasi hal itu, OJK dengan singkat menyatakan bahwa setelah perkara dilimpahkan, penanganannya telah menjadi ranah Kejaksaan. Mengenai putusan tiga tahun penjara, OJK menyebutnya sebagai ranah hakim.

“Karena kasus ini sudah P21, ranahnya bukan lagi di OJK, tapi di kejaksaan dan putusan itu ranah hakim”, jawab OJK, mengutip Reportasenews, Rabu (2/9).

Jawaban OJK  patut menjadi sorotan. Publik tahu penuntutan adalah ranah kejaksaan dan putusan ranah hakim di pengadilan. Yang menjadi bagaimana  komitmen OJK dalam perkara yang sejak awal dibangun melalui proses panjang penegakan hukum OJK sendiri.

Baca Juga :  Demo 27 Agustus 2026 di DPR: Kelompok Massa, Tuntutan, dan Situasi Terbaru

Perkara Investree bukan tiba-tiba muncul di meja pengadilan. OJK sebelumnya aktif menetapkan AAG sebagai tersangka, memasukkannya dalam daftar pencarian orang (DPO), mengupayakan penerbitan red notice, berkoordinasi untuk pemulangannya ke Indonesia, hingga menyelesaikan penyidikan dan melimpahkan perkara setelah berkas dinyatakan lengkap atau P-21.

Dalam siaran pers 25 Juli 2025 berjudul “OJK Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum Terkait Kasus Investree dan Adrian Asharyanto Gunadi”, OJK bahkan menegaskan akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan berbagai pihak untuk membawa AAG kembali ke Indonesia guna mempertanggungjawabkan perbuatannya secara pidana maupun perdata.

OJK juga menyebut telah mencabut izin usaha Investree, menjatuhkan sanksi administratif, memblokir rekening dan melakukan penelusuran aset.

Komitmen itu berlanjut hingga 22 Januari 2026. OJK menyerahkan AAG dan tersangka lainnya, APP, beserta barang bukti kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan melalui tahap II setelah perkara dinyatakan P-21. OJK menyatakan proses penyidikan telah selesai dan perkara selanjutnya memasuki tahap penuntutan.

Baca Juga :  Saham BMRI Tertekan, Polemik Rekening Supriyono Jadi Sorotan

Dalam perkara tersebut, OJK menyebut penggunaan Pasal 237 huruf a UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), yang memuat ancaman pidana penjara 5 sampai 10 tahun serta denda Rp1 miliar hingga Rp1 triliun.

Namun setelah tahap II, perkara Investree seolah masuk ruang sunyi. Gaung pemberitaan yang sebelumnya begitu kuat saat OJK mengumumkan tersangka, red notice, pemulangan AAG dan pelimpahan perkara nyaris menghilang selama proses persidangan.

Hingga akhirnya Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis tiga tahun penjara terhadap AAG. Putusan tersebut menjadi titik penting yang justru memunculkan pertanyaan baru: sejauh mana OJK mengawal perkara yang sejak awal mereka nyatakan sebagai bagian dari komitmen penegakan hukum sektor jasa keuangan?

 

Follow WhatsApp Channel derapreformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aib BI, BPPN dan Depkeu dalam Penyaluran Dana BLBI 1998, Dibongkar KPKNL
Praktisi Hukum: Jangan Campur Aduk Kewenangan Lelang dengan Eksekusi Pengadilan
Bagian 3: KPKNL Berwenang Eksekusi Putusan Pengadilan
Bagian 2, Andri Tedjadharma: “Jangan Bicara Utang Kalau Tak Bisa Buktikan Dana Masuk”
Bagian 1: Kisah Andri Tedjadharma, 27 Tahun Terzalimi yang Mengguncang Mahkamah
Wakajati Kalbar Setujui Mekanisme Keadilan Restoratif
Jemmy Novian Tirayudi Resmi Jabat Aspidsus
Adrian Asharyanto Gunadi, Mantan Bos Investree Divonis 3 Tahun
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 17:58 WIB

Aib BI, BPPN dan Depkeu dalam Penyaluran Dana BLBI 1998, Dibongkar KPKNL

Jumat, 4 September 2026 - 06:45 WIB

Praktisi Hukum: Jangan Campur Aduk Kewenangan Lelang dengan Eksekusi Pengadilan

Kamis, 3 September 2026 - 10:27 WIB

Bagian 2, Andri Tedjadharma: “Jangan Bicara Utang Kalau Tak Bisa Buktikan Dana Masuk”

Rabu, 2 September 2026 - 18:58 WIB

Bagian 1: Kisah Andri Tedjadharma, 27 Tahun Terzalimi yang Mengguncang Mahkamah

Rabu, 2 September 2026 - 06:49 WIB

Publik Pertanyakan Komitmen OJK dalam Kasus Investree yang Rugikan Masyarakat Lebih dari 2 Triliun

Berita Terbaru