Oknum Wartawan di Kalbar Diduga Lakukan Pemerasan Rp5 Miliar, Ancam Rusak Iklim Investasi

- Jurnalis

Sabtu, 7 Juni 2025 - 19:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pontianak – Dunia jurnalistik di Kalimantan Barat digemparkan dengan dugaan pemerasan yang dilakukan oleh seorang oknum wartawan terhadap seorang pengusaha lokal. Oknum tersebut diduga meminta uang sebesar Rp5 miliar sebagai imbalan untuk menghentikan pemberitaan negatif mengenai legalitas usaha milik pengusaha tersebut.

Informasi yang beredar menyebutkan, pemerasan dilakukan melalui serangkaian pertemuan dan komunikasi yang intens. Dalam sebuah rekaman percakapan yang kini tersebar luas, terdengar jelas negosiasi alot antara kedua belah pihak. Oknum wartawan yang diduga berasal dari sebuah media nasional itu awalnya menuntut Rp5 miliar, namun setelah berunding, angka tersebut disebut-sebut turun menjadi Rp700 juta.

Baca Juga :  Pangkalan Utama TNI AL XII Pontianak Terima Tim Safari Logistik Slog Mabesal

Meski demikian, pengusaha menolak permintaan tersebut karena mengaku memiliki legalitas usaha yang lengkap dan tidak merasa bersalah. Merasa diperas, pengusaha tersebut berencana melaporkan kejadian ini ke Polda Kalbar.

“Ini bukan sekadar pemerasan pribadi. Jika dibiarkan, praktik seperti ini dapat merusak iklim investasi dan membuat para investor kehilangan kepercayaan terhadap Kalimantan Barat,” ujar seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

Lebih lanjut, sumber tersebut juga menyampaikan bahwa oknum wartawan tersebut mengancam akan menggandeng jurnalis dari media besar lainnya untuk memperluas kampanye negatif jika tuntutannya tidak dipenuhi.

Baca Juga :  Hadiri Tradisi Keceran Di Banten, Kapolri: Aset Bangsa Yang Harus Dikembangkan Dan Dikenal Seluruh Dunia

Masyarakat dan kalangan dunia usaha mendesak Polda Kalbar untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum tersebut. Pembiaran terhadap praktik semacam ini dinilai sangat berbahaya karena dapat menciptakan preseden buruk dan membuat pengusaha enggan berinvestasi di daerah tersebut.

Kasus ini kini menjadi sorotan karena dinilai mencoreng nama baik profesi jurnalistik yang seharusnya menjunjung tinggi integritas dan etika. Polda Kalbar diharapkan segera mengusut tuntas dan menindak pelaku sesuai hukum yang berlaku, demi menjaga marwah pers sekaligus menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkeadilan di Kalimantan Barat.

Follow WhatsApp Channel derapreformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kajati Kalbar Beri Motivasi Dan Lepas Peserta Magang FKPKBM Kalimantan Barat
Kejati Kalbar Perpanjang Kerjasama Dengan PT. Angkasa Pura Indonesia
Kajati Kalbar Hadiri Pencanangan BBGRM XXIII, HKG Ke – 54 Dan Harganas Ke – 33 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026
Terkait Isu Keterlibatan Pegawai Kejari Sekadau, Kejati Kalbar Tegaskan Pemeriksaan Internal Secara Obyektif
Kejati Kalbar Hadiri Panen Raya Ketahanan Pangan TNI
Kajati Kalbar Pastikan Pengiriman 4 (empat) Unit Mobil Sitaan Berjalan Sesuai Prosedur Hukum
Jika Negara Rugi Rp 9,7 Miliar, Apakah Gedung Mujahin Bisa Berdiri?
Di Duga Kuat Ada Potensi Kerugian Negara Pada Eksploitasi Bebatuan Ilegal Desa Negeri Baru
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:44 WIB

Kajati Kalbar Beri Motivasi Dan Lepas Peserta Magang FKPKBM Kalimantan Barat

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:23 WIB

Kejati Kalbar Perpanjang Kerjasama Dengan PT. Angkasa Pura Indonesia

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:00 WIB

Kajati Kalbar Hadiri Pencanangan BBGRM XXIII, HKG Ke – 54 Dan Harganas Ke – 33 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026

Senin, 27 Juli 2026 - 13:36 WIB

Terkait Isu Keterlibatan Pegawai Kejari Sekadau, Kejati Kalbar Tegaskan Pemeriksaan Internal Secara Obyektif

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:10 WIB

Kejati Kalbar Hadiri Panen Raya Ketahanan Pangan TNI

Berita Terbaru

oplus_0

Ragam

Maulid Nabi dan Peresmian Masjid Al Akbar Cibubur,

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:55 WIB

Nasional

Saham BMRI Tertekan, Polemik Rekening Supriyono Jadi Sorotan

Selasa, 25 Agu 2026 - 06:30 WIB