JAKARTA TIMUR – Tumpukan sampah yang terlihat menggunung di tempat penampungan sementara (TPS) di kawasan Jalan Buluh Perindu 5 No. 17, RT 3/RW 6, Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, dikeluhkan warga. Sampah yang disebut-sebut terus menumpuk dan jarang terlihat kosong itu menimbulkan bau menyengat, terutama setelah hujan turun.
Pantauan di lapangan pada Kamis (29/10/2026), tumpukan berbagai jenis sampah terlihat memenuhi area TPS. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan warga mengenai asal sampah yang dibuang ke lokasi itu serta mekanisme pengangkutannya.
Warga mengaku khawatir bau tidak sedap dari tumpukan sampah turut mengganggu lingkungan sekitar, termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar (SD) yang berada tidak jauh dari lokasi.
Seorang guru SD, menurut keterangan warga, menyampaikan bahwa ketika hujan turun, bau sampah semakin menyengat hingga tercium ke arah sekolah. Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu kenyamanan murid dan tenaga pendidik selama proses pembelajaran berlangsung.

“Kalau turun hujan, baunya sampai ke arah sekolah dan mengganggu murid belajar,” demikian keluhan yang disampaikan warga dengan mengutip keterangan seorang guru.
Warga pun mempertanyakan dari wilayah RW mana saja sampah tersebut berasal. Mereka berharap ada kejelasan mengenai pengelolaan TPS, jadwal pengangkutan, serta langkah konkret untuk mencegah sampah terus menumpuk.
Persoalan ini diharapkan mendapat perhatian serius dari Lurah Pondok Bambu dan Camat Duren Sawit, beserta instansi terkait yang menangani kebersihan dan pengangkutan sampah di wilayah Jakarta Timur.
Warga meminta agar persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut. Pemeriksaan kondisi TPS, evaluasi frekuensi pengangkutan, penataan pembuangan sampah, serta upaya mengurangi bau menyengat dinilai perlu segera dilakukan.
Selain itu, diperlukan penelusuran mengenai sumber sampah yang masuk ke TPS agar pengelolaannya dapat ditata dengan lebih baik dan tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan sekitar.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kelurahan, kecamatan, maupun instansi terkait mengenai penyebab penumpukan sampah dan langkah penanganan yang akan dilakukan.
Warga berharap pemerintah setempat segera turun ke lapangan untuk memeriksa kondisi TPS dan mencari solusi nyata demi menjaga kebersihan lingkungan serta kenyamanan masyarakat, khususnya para siswa yang menjalani kegiatan belajar di sekolah sekitar. (Nasri)












