CIC Minta Kapolri Batalkan Hasil Kelulusan Casis Akpol 2024 Polda Maluku Dan Polda NTT

- Jurnalis

Minggu, 14 Juli 2024 - 21:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Derap Hukum, Politik, Ekonomi, Pemerintahan: Jakarta – Sosok Pegiat Anti korupsi sekaligus Jurnalis Senior juga ia seorang aktivis serta Ketua Umum DPP CIC di Jakarta Raden Bambang SS sangat menyayangkan banyaknya calon siswa (Casis) Akpol 2024 Polda Maluku yang lolos tidak sesuai aturan terutama diPolda NTT justru banyak yang berasal dari luar NTT.

CIC menilai, hal tersebut bukan saja melecehkan tetapi kental dengan aroma ‘permainan busuk’ panitia yang selama ini sudah menjadi anggapan banyak masyarakat bahwa proses seleksi Akpol tidak dilakukan secara transparan tetapi sarat kepentingan.

Atas kejadian lolosnya mayoritas Casis Akpol 2024 Polda NTT dari luar NTT dan Maluku yang meloloskan nilai rendah ini menurut CIC, harus jadi evaluasi para petinggi polri, yakni Kapolri Jenderal Lustyo Sigit untuk membatalkan hasil seleksi tersebut dan memeriksa Kapolda Maluku dan Polda NTT, bila perlu yang merusak citra polri segera ditindak dengan tegas, segera copot jabatan mereka.

Ketua Umum CIC R. bambang. SS menegaskan, “Kejadian ini sangat melukai hati warga Maluku dan NTT. Yang lolos di Polda NTT mereka sama sekali tidak mewakili orang NTT, atau apakah mereka punya KTP NTT’ , ataupun apakah orang tuanya tinggal di NTT, tanya singgung R. Bambang.

Baca Juga :  Sudah Sterilisasi Jalan KTT, Masih Ada Yang Nyelonong

Belum lagi yang terjadi di Polda Maluku, yang rendah lolos yang diatas nilainya tidak lolos, ini sudah pasti titipan dari mana-mana lalu masuk jadi jatah Polda NTT dan yang jadi korban adalah putra-putri daerah. Ini tidak benar dan kami minta Kapolri batalkan serta evaluasi atau audit seleksi Akpol di NTT dan Polda Malukui,”tegas Raden Bambang SS kepada wartawan di Jakarta, Minggu -14.7.2024.

R. Bambang, mengungkapkan kalau kejadian seperti ini bukan sekali dua kali tapi hampir dari tahun ke tahun seleksi Akpol. Fenomena titipan dari luar daerah itu banyak terjadi di Daerah. Pihaknya (CIC) tidak yakin bahwa putra daerah asal NTT dan Maluku tidak memiliki kemampuan dan kapasitas yang cukup untuk lulus menjadi Akpol.

Baca Juga :  BEM PTAI Apresiasi Kapolri Tindak 25 Polisi Diduga Hambat Kasus Brigadir J.

R. Bambang. SS mengatakan, “Hanya bedanya karena putra daerah mungkin tidak memiliki kekuatan ‘Yang Miliaran’ untuk bisa lolos menjadi polri, kalau hal ini dibiarkan terus terjadi bagaimana generasi Polri kedepanya, awal saja diduga sudah curang dalam masuk Catar Akpol atau seleksi rekrutmen calon Akpol maupun Bintara dan Tamtama polri, ” Pungkas R. Bambang. SS.

CIC beranggapan, kalau seleksi masih seperti ini, ya jangan salahkan masyarakat untuk menilai bahwa seleksi Akpol ini ya banyak permainannya. Harus ada bekingan yang kuat bahkan kekuatan finansial.

Ini harus jadi perhatian Kapolri. Bila perlu proses seleksi dari awal lagi sehingga muncul putra daerah yang bisa lulus jadi Taruna Polri. Pihaknya (CIC) juga memastikan akan mengawal kasus ini kepada Mabes Polri dengan mendesak Kapolri agar membatalkan hasil seleksi ini. Bahkan pihaknya meminta agar Kapolri memeriksa Kapolda Maluku dan Kapolda NTT terkait proses seleksi ini.

Follow WhatsApp Channel derapreformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Tahan 8 Tersangka Korupsi di ATR/BPN
KPK Tahan Fahd A Rafiq dan Presdir Summarecon Terkait Suap HGB Bogor
KPKNL Lelang Aset Bodong, Sertifikat Ada di Pemilik
Sertifikat Masih di Tangan Andri Tedjadharma, Praktisi Hukum Tata Negara: Negara Jangan Melahirkan Sengketa
Iluni 41 Gelar Kajian Merajut Ukhuwah Silaturahmi Menguatkan Iman
HWPL Ajak Media dan Masyarakat Ciptakan Perdamaian
Lanud Halim Perdanakusuma Bersinergi Bersihkan Abu Vulkanik, Pastikan Kesiapan Operasional Penerbangan
Negara Hukum Dipertaruhkan dalam Polemik Bank Centris dan BLBI
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:48 WIB

KPK Tahan 8 Tersangka Korupsi di ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 - 19:24 WIB

KPK Tahan Fahd A Rafiq dan Presdir Summarecon Terkait Suap HGB Bogor

Minggu, 13 September 2026 - 22:04 WIB

KPKNL Lelang Aset Bodong, Sertifikat Ada di Pemilik

Minggu, 13 September 2026 - 19:26 WIB

Sertifikat Masih di Tangan Andri Tedjadharma, Praktisi Hukum Tata Negara: Negara Jangan Melahirkan Sengketa

Minggu, 13 September 2026 - 18:26 WIB

Iluni 41 Gelar Kajian Merajut Ukhuwah Silaturahmi Menguatkan Iman

Berita Terbaru

Berita

KPK Tahan 8 Tersangka Korupsi di ATR/BPN

Rabu, 16 Sep 2026 - 19:48 WIB

Penggugat, Andri Tedjadharma

Hukum

KPKNL Lelang Aset Bodong, Sertifikat Ada di Pemilik

Minggu, 13 Sep 2026 - 22:04 WIB