JAKARTA – Heavenly Culture World Peace and Restoration of Light (HWPL) mengajak masyarakat dan media berkolaborasi membangun serta menyuarakan budaya perdamaian di berbagai daerah di Indonesia.
Ajakan itu disampaikan perwakilan HWPL, Meily, dalam kegiatan yang mempertemukan relawan dan jurnalis dari berbagai media, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Meily, media memiliki peran strategis dalam memperluas pesan perdamaian hingga ke masyarakat di tingkat lokal.
“Hari ini kami mengumpulkan relawan-relawan dan jurnalis supaya kita bisa sama-sama bergerak untuk menciptakan perdamaian di daerah lokal masing-masing dan akhirnya di Indonesia,” ujar Meily.
Ia menegaskan, perdamaian bukan hanya tanggung jawab relawan HWPL. Seluruh elemen masyarakat, dari berbagai latar belakang, dapat mengambil bagian melalui pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan kegiatan sosial.
HWPL juga membuka ruang kolaborasi dalam berbagai isu, termasuk kemanusiaan, kebebasan pers, perdamaian, pendidikan dan hak asasi manusia (HAM).
Meily menjelaskan, HWPL merupakan organisasi non-profit dan non-pemerintah yang berbasis di Korea Selatan dan dipimpin Lee Man Hee, yang disebut pernah menjadi veteran Perang Korea 1950–1953.
Pengalaman perang tersebut, kata Meily, menjadi salah satu latar belakang perjuangan Lee Man Hee dalam mendorong perdamaian dunia.
Di Indonesia, program HWPL telah diperkenalkan sebelum 2018 melalui berbagai kerja sama, termasuk dengan perguruan tinggi dan sekolah.
Program tersebut antara lain pendidikan perdamaian bagi siswa, kegiatan kerelawanan, donor darah serta pelatihan.
Meily menilai media memiliki posisi penting karena mampu menyebarluaskan gagasan perdamaian kepada masyarakat secara lebih luas. “Mari kita sama-sama menciptakan perdamaian,” pungkasnya.











