Tolak Politik Transaksional, Abah Saleh: Pemimpin Mimika Harus Transparan dan Berintegritas

- Jurnalis

Minggu, 29 September 2024 - 11:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Mimika dikenal sebagai salah satu daerah di Papua dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup besar. Pada Pilkada serentak 2024, tiga pasangan calon (paslon) bersaing memperebutkan suara warga untuk mendukung visi dan misi pembangunan Mimika dalam lima tahun ke depan. Pemimpin yang diamanahkan untuk mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) demi kesejahteraan masyarakat secara adil dan merata tengah dipertaruhkan.

Saleh Alhamid, tokoh masyarakat Mimika yang akrab disapa Abah Saleh, menegaskan pentingnya seorang kepala daerah yang memahami birokrasi dan manajemen pemerintahan dalam mengelola potensi daerah yang besar. “Mimika butuh pemimpin yang paham birokrasi dan manajemen pemerintahan, bukan sosok yang hanya menjadi ‘boneka’ kekuasaan untuk mengeruk potensi alam yang melimpah,” ujar Abah Saleh dalam wawancara dengan media.

Baca Juga :  Kembangkan Potensi Warga Binaan Lewat Kegiatan Perkebunan Sayur

Menurutnya, ada tiga syarat utama yang harus dimiliki calon kepala daerah di Mimika, yaitu bersih, transparan, dan berintegritas. Dari ketiga kandidat yang bertarung, Abah Saleh menilai Johannes Rettob sebagai sosok yang paling memenuhi kriteria tersebut, baik dari segi latar belakang pendidikan maupun pengalaman yang dimilikinya.

Abah Saleh juga mengkritik keberadaan pemimpin “boneka,” yang digambarkannya sebagai figur yang mendapat dukungan politik namun memiliki agenda kepentingan kelompok tertentu lebih besar daripada kepentingan rakyat. “Jika pemimpin terpilih karena dukungan transaksional, dia akan terjebak dalam pragmatisme politik. Pada akhirnya, kepala daerah itu hanya akan tunduk pada kepentingan pihak yang mengendalikan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Abah Saleh juga menyoroti pentingnya menjaga nilai toleransi di Mimika. Ia menghimbau agar Pilkada kali ini tidak diwarnai dengan politik identitas dan isu SARA. “Jangan rusak persaudaraan di Mimika hanya untuk memenangkan dukungan politik. Jika hal itu dilakukan, menang atau kalah akan meninggalkan luka sosial yang sulit disembuhkan,” tegasnya.

Baca Juga :  Kepsek SMPN 13 Kotang: Sekolah Berprestasi Lahir Dari Guru Yang Berkompeten Dan Berprestasi

Masa kampanye yang berlangsung dari 25 September hingga 23 November menjadi kesempatan bagi paslon untuk menyampaikan visi dan misi mereka. Abah Saleh menekankan pentingnya para kandidat mendengarkan suara masyarakat dan merespons keluhan yang ada. “Kandidat harus siap mendengarkan kegelisahan masyarakat tanpa terkecuali. Termasuk jika ada yang mempertanyakan keabsahan ijazah salah satu calon bupati. Semua pertanyaan harus dijawab secara terbuka, bukan dianggap sebagai serangan personal,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel derapreformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Muktamar NU Ubah Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU, Mengapa Penting bagi Peta Politik Indonesia?
Kajati Kalbar Klarifikasi Hibah Gedung Parkir
Kajati Kalbar Beri Motivasi Dan Lepas Peserta Magang FKPKBM Kalimantan Barat
Kejati Kalbar Perpanjang Kerjasama Dengan PT. Angkasa Pura Indonesia
Kajati Kalbar Hadiri Pencanangan BBGRM XXIII, HKG Ke – 54 Dan Harganas Ke – 33 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026
Terkait Isu Keterlibatan Pegawai Kejari Sekadau, Kejati Kalbar Tegaskan Pemeriksaan Internal Secara Obyektif
Kejati Kalbar Hadiri Panen Raya Ketahanan Pangan TNI
Kajati Kalbar Pastikan Pengiriman 4 (empat) Unit Mobil Sitaan Berjalan Sesuai Prosedur Hukum
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Muktamar NU Ubah Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU, Mengapa Penting bagi Peta Politik Indonesia?

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Kajati Kalbar Klarifikasi Hibah Gedung Parkir

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:44 WIB

Kajati Kalbar Beri Motivasi Dan Lepas Peserta Magang FKPKBM Kalimantan Barat

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:23 WIB

Kejati Kalbar Perpanjang Kerjasama Dengan PT. Angkasa Pura Indonesia

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:00 WIB

Kajati Kalbar Hadiri Pencanangan BBGRM XXIII, HKG Ke – 54 Dan Harganas Ke – 33 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026

Berita Terbaru

Berita

KPK Tahan 8 Tersangka Korupsi di ATR/BPN

Rabu, 16 Sep 2026 - 19:48 WIB

Penggugat, Andri Tedjadharma

Hukum

KPKNL Lelang Aset Bodong, Sertifikat Ada di Pemilik

Minggu, 13 Sep 2026 - 22:04 WIB